Perubahan Kian Dirasakan, Menata Kembali Kawasan Makam Gunung Jati Cirebon
Rabu, 01 Jul 2026, 06:17 WIB | Oleh: SriyonoEko berharap kawasan yang kini lebih tertata dapat memperkuat daya tarik wisata religi Cirebon, memberi pengalaman yang lebih baik bagi peziarah, tetap menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar, sekaligus menjaga nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.
Marwah yang Kembali
Ramainya peziarah selama ini tidak hanya menjaga denyut kawasan Makam Sunan Gunung Jati, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian warga. Warung makan, pedagang oleh-oleh, hingga perajin batik ikut merasakan manfaat dari arus kunjungan yang nyaris tak pernah sepi.
Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon menunjukkan, selama libur Lebaran 13–25 Maret 2026 tercatat 11.510 kunjungan ke berbagai destinasi wisata. Sebanyak 11.492 di antaranya merupakan wisatawan domestik dan 18 wisatawan mancanegara.
Dari seluruh destinasi tersebut, kawasan Makam Sunan Gunung Jati tetap menjadi tujuan utama peziarah, sementara wisata alam, kolam renang, dan objek wisata buatan melengkapi pilihan para pengunjung.
Bupati Cirebon Imron menilai wisata religi merupakan salah satu kekuatan utama daerahnya. Selain menggerakkan ekonomi masyarakat, sektor ini juga berhasil mendongkrak kunjungan wisata. Target 1,2 juta wisatawan pada 2025 pun terlampaui, dengan kawasan Gunung Jati menjadi penyumbang kunjungan terbesar.
Di balik gerbang makam, tradisi yang telah berlangsung ratusan tahun tetap terjaga. Para juru kunci menjalankan tugas merawat kawasan sebagai bentuk pengabdian yang diwariskan turun-temurun.
Di kompleks Gunung Jati terdapat sekitar 15 juru kunci yang berasal dari satu keluarga, sedangkan di Gunung Sembung lebih dari 100 penjaga bertugas dalam kelompok sesuai tanggung jawab masing-masing.
Tradisi itu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Makam Sunan Gunung Jati bukan sekadar tujuan ziarah, tetapi juga ruang yang menyimpan jejak sejarah, budaya, dan nilai-nilai keagamaan.
Karena itu, setiap peringatan Hari Jadi Kabupaten Cirebon selalu diawali dengan ziarah ke Keraton Kasepuhan dan kompleks Makam Sunan Gunung Jati.
Pada peringatan Hari Jadi Ke-544 Kabupaten Cirebon, Bupati Imron bersama jajaran pemerintah daerah kembali menjalankan tradisi tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri daerah.
"Sebagai penerus yang hidup pada zaman sekarang, kami tidak boleh melupakan sejarah karena ada spirit perjuangan para pendiri yang harus terus dilestarikan," kata Imron.
Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, salah seorang anggota Wali Songo, dikenal berperan besar dalam penyebaran Islam di Jawa Barat.
Di bawah kepemimpinannya, Cirebon tumbuh menjadi pelabuhan penting sekaligus pusat dakwah yang mempertemukan beragam budaya.
Menurut Imron, warisan Sunan Gunung Jati tidak berhenti pada catatan sejarah. Nilai-nilai tentang kehidupan beragama, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap masyarakat kecil tetap relevan hingga kini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!