Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

512 Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, BGN Suspend SPPG Selama 30 Hari

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 18:15 WIB | Oleh:
512 Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, BGN Suspend SPPG Selama 30 Hari Doc: Koran Jakarta/Safira Salsabilla
Ket. Sebanyak 512 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut ratusan santri tersebut telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.

JAKARTA - Sebanyak 512 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut ratusan santri tersebut telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan jumlah tersebut merupakan data terbaru yang diperoleh dari hasil investigasi di lapangan. “Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang,” kata Ketut dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 santri masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, 312 santri telah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sembuh, sedangkan 120 orang lainnya masih menjalani observasi.

“Kemudian yang masih dilakukan perawatan sekitar 80 orang dan sudah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh sebanyak 312 orang, namun demikian kita juga masih melakukan observasi sebanyak 120 orang,” tuturnya. Kondisi tersebut membuat penanganan medis terhadap para santri masih terus dilakukan oleh pihak terkait.

BGN telah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab munculnya dugaan keracunan tersebut. Dalam proses penyelidikan, BGN bekerja sama dengan dinas kesehatan terkait untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan para santri mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.

“Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait dan hasilnya nanti kita akan umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan,” ujar Ketut. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan terhadap penyelenggaraan program MBG di lokasi tersebut.

Selain melakukan investigasi, BGN mengambil tindakan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin yang menjadi penyedia makanan bagi para santri. SPPG tersebut dikenai suspend dengan kategori berat selama 30 hari sebagai bagian dari langkah evaluasi dan pengawasan.

“Kemudian kami juga melakukan suspend dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin,” imbuh Ketut. Kebijakan tersebut dilakukan sembari proses pemeriksaan dan evaluasi terhadap penyebab dugaan keracunan berlangsung.

BGN juga mengusulkan pergantian Kepala SPPG Talang Angin sebagai bagian dari tindak lanjut kasus tersebut. Ketut mengatakan langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan fokus utama pemerintah untuk memastikan kondisi kesehatan para santri yang masih mendapatkan perawatan.

“Kemudian kami juga mengusulkan kepada kepala SPPG tersebut untuk dilakukan suatu pencopotan sekaligus melakukan pergantian. Kita akan fokus dengan penyelamatan kesehatan anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit,” tuturnya.

Sebelumnya, para santri yang mengalami dugaan keracunan dilaporkan mendapatkan perawatan di delapan rumah sakit yang berada di wilayah Sidoarjo. Penanganan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi masing-masing pasien dan kebutuhan medis yang diberikan oleh rumah sakit.

Berdasarkan data penanganan medis sebelumnya, terdapat sekitar 500 santri yang mendapatkan penanganan setelah mengalami keluhan kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 320 pasien telah diperbolehkan keluar dari rumah sakit atau KRS, sementara 65 pasien masih menjalani rawat inap atau MRS.

Sebanyak 115 pasien lainnya masih berada dalam tahap observasi untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka. Data tersebut menunjukkan adanya perubahan jumlah pasien yang masih mendapatkan perawatan seiring dengan proses pemulihan para santri.

Dengan jumlah santri terdampak yang mencapai 512 orang, BGN kini memprioritaskan penanganan kesehatan sekaligus investigasi terhadap sumber masalah. Pemerintah juga perlu memastikan proses evaluasi dilakukan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan program MBG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Tegaskan S...
Daerah
BPBD Jember: Akibat Kemarau...

1.323 Lokasi Fasos Fasum Belum Diserahkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
1.323 Lokasi Fasos Fasum Be...
Advertisement
Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.