Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sudah Operasi Modifikasi Cuaca Tapi Hujan Tak Kunjung Turun di Kalteng, Ini Penjelasan BNPB

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 19:58 WIB | Oleh:
Sudah Operasi Modifikasi Cuaca Tapi Hujan Tak Kunjung Turun di Kalteng, Ini Penjelasan BNPB Doc: Antara foto
Ket. Petugas BPBD Kabupaten Banjar berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan di Kalimantan Tengah belum menghasilkan hujan karena pertumbuhan awan di atmosfer wilayah tersebut sangat rendah.

Pl  Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Rabu, mengatakan OMC sempat dilakukan satu kali dengan menyebarkan 800 kilogram garam selama dua jam delapan menit sebagai bagian dari upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah masih mengandalkan operasi darat dan udara," kata dia.

Dia mengungkapkan bahwa operasi darat dilakukan oleh sekitar 10.700 personel satuan tugas di 10 kabupaten/kota, yakni Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Kapuas, Pulang Pisau, Lamandau, Barito Utara, Barito Selatan, dan Gunung Mas.

Sementara itu, operasi udara menggunakan dua armada dengan durasi penerbangan selama tiga jam 12 menit.

BNPB mencatat tidak dilakukan water bombing pada operasi tersebut sehingga tidak ada air yang dicurahkan dari udara untuk pemadaman.

Meski demikian, kata dia, sampai dengan 1 September 2026 tercatat 50 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 77 hektare, sedangkan lahan yang berhasil dipadamkan mencapai lebih dari 48 hektare.

Berton menambahkan bahwa empat helikopter berada dalam kondisi siaga, sedangkan satu helikopter water bombing menjalani perawatan. Pemeliharaan dilakukan untuk memastikan kesiapan mesin dan operator ketika armada kembali dibutuhkan dalam penanganan karhutla.

"Kondisi karhutla juga berdampak pada kualitas udara di wilayah terdampak, Kalteng. BNPB mencatat kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat dengan jarak pandang sekitar tiga kilometer," cetusnya.

Dia memastikan, meski kondisi cuaca dan kualitas udara terdampak asap, aktivitas masyarakat di Kalimantan Tengah tetap berjalan seperti biasa, termasuk kegiatan belajar mengajar juga masih dilaksanakan secara tatap muka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Rona
Miley Cyrus Umumkan Album B...

Yura Yunita Rilis Lagu Terbaru “Pertiwi”

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Yura Yunita Rilis Lagu Terb...
Luar Negeri
Uni Afrika Kutuk Keras Kude...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.