Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantu Masyarakat, Bulog Tanjungpinang dan TVRI Kepri Hadirkan Gerakan Pangan Murah

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 14:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bantu Masyarakat, Bulog Tanjungpinang dan TVRI Kepri Hadirkan Gerakan Pangan Murah Doc: ANTARA
Ket. Warga antusias belanja komoditas pangan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar TVRI dan Bulog di halaman Kantor Bulog Cabang Tanjungpinang, Kepri, Rabu (2/9/2026).

TANJUNGPINANG – Perum Bulog Cabang Kota Tanjungpinang bersama TVRI Provinsi Kepulauan Riau serta Dinas Ketahanan Pangan Kota Tanjungpinang menghadirkan gerakan pangan murah (GPM) guna membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.

Kepala Stasiun TVRI Kepri, Yenni Marlinda, mengatakan GPM ini digelar serentak secara nasional dalam rangka memperingati HUT Ke-81 RI serta HUT Ke-64 TVRI.

"Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara TVRI, Bapanas, Dinas Ketahanan Pangan serta Bulog," kata Yenni saat membuka GPM di halaman Kantor Bulog Cabang Tanjungpinang, Kepri, Rabu (02/9).

Melalui GPM tersebut, kata dia, TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) atau kantor media milik Pemerintah RI hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menyediakan berbagai kebutuhan pangan dengan harga lebih murah atau di bawah pasaran.

TVRI Kepri turut menghadirkan hiburan band atau rumah musik bagi menghibur masyarakat yang sedang berbelanja di sejumlah stan sembako murah, seperti beras, minyak goreng hingga telur ayam ras.

"Terima kasih juga kepada aparat kepolisian dan dinas perhubungan yang membantu dari sisi keamanan sehingga GPM hari ini terlaksana dengan baik," ucap Yenni.

Sementara, Kepala Cabang Perum Bulog Tanjunginang Arief alhadihaq mendukung penuh pelaksanaan GPM secara nasional sebagai upaya menjaga inflasi dan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

"Kami selalu berkolaborasi dengan pemerintah daerah/dinas dalam melaksanakan GPM guna menjaga inflasi di daerah," kata Arief.

Dia menyampaikan pada GPM kali ini, Bulog Tanjungpinang menjual komoditas beras SPHP sebanyak dua ton, dan MinyaKita mencapai 2.400 liter.

Bahan pokok tersebut dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET). Untuk beras SPHP seharga Rp57.000 per lima kilogram, sedangkan HET Rp65.000 per lima kilogram.

Sementara, MinyaKita dijual seharga Rp14 ribu per liter, sedangkan HET Rp15.700 per liter.

"Harapannya, kegiatan GPM ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang terbatas, khususnya beras dan minyak goreng," ujar Arief.

Seorang ibu rumah tangga Novi menyambut baik pelaksanaan GPM yang sangat membantu, terutama bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas.

Ia berbelanja satu pack beras SPHP kemasan lima kilogram dan dua liter MinyaKita. Harganya di bawah pasar, masih terjangkau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Nasional
Warga memanfaatkan air send...
Rona
Tradisi Sembahyang Rebutan ...

Inflasi bulan Agustus 2026

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Inflasi bulan Agustus 2026
Megapolitan
Pemkab Bogor Masih Diubek-u...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.