Bukan Sekadar Kandungan Nutrisi, Asal dan Proses Susu Formula Perlu Diperhatikan
📅 Rabu, 02 Sep 2026, 19:18 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Informasi mengenai susu formula untuk anak tidak hanya berkaitan dengan kandungan nutrisi yang tercantum pada kemasan. Asal bahan baku, proses produksi, serta mekanisme pengendalian kualitas juga menjadi informasi yang dapat dipertimbangkan orang tua sebelum memilih produk nutrisi anak.
Persoalan transparansi tersebut menjadi perhatian dalam kampanye #CekTransparansiAceKid yang digelar AceKid melalui program Ace Fresh Journey. Dalam program tersebut, lebih dari 30 ibu dan orang tua dari Indonesia diajak melihat secara langsung rantai produksi produk FEIHE AceKid di Qiqihar dan fasilitas Smart Factory di Harbin, Tiongkok.
Rangkaian kunjungan mencakup sejumlah tahapan, mulai dari peternakan, pemerahan dan pengumpulan susu segar, pengiriman bahan baku, proses manufaktur, hingga pengendalian kualitas produk. Program tersebut ditujukan untuk memberikan gambaran kepada peserta mengenai proses yang berada di balik produk susu formula sebelum sampai ke konsumen.
Marketing Director FEIHE AceKid Indonesia Lucky Zheng mengatakan bahwa transparansi diperlukan agar orang tua dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai produk yang diberikan kepada anak.
“Kami percaya orang tua perlu mengetahui bukan hanya informasi nutrisi pada kemasan, tetapi juga dari mana sumber susu berasal dan bagaimana kualitasnya dijaga,” ujar Lucky melalui keterangan tertulis pada Rabu (2/9/2026).
Menurut dia, melalui Ace Fresh Journey, perusahaan ingin memperlihatkan secara langsung proses produksi dari peternakan hingga menjadi susu formula.
Menelusuri Susu dari Peternakan
Salah satu peserta, Denny Sumargo yang merupakan Brand Ambassador AceKid, mengatakan bahwa kunjungan tersebut memberikan perspektif berbeda mengenai pentingnya mengetahui asal bahan baku sebuah produk nutrisi anak.
“Selama ini kita mungkin lebih banyak melihat informasi yang ada di kemasan tanpa benar-benar tahu bagaimana produk tersebut dibuat. Setelah melihat langsung peternakan sampai proses produksinya, saya baru memahami bahwa dari mana sumber susu berasal dan bagaimana kualitasnya dijaga ternyata sama pentingnya,” kata Denny.
Menurut dia, keterbukaan informasi mengenai proses produksi dapat membantu orang tua memahami produk secara lebih menyeluruh sebelum menentukan pilihan.
Peserta lainnya, aktris sekaligus ibu Ryana Dea, juga menyoroti proses pengendalian kualitas yang dimulai dari lingkungan peternakan. Ia mengatakan bahwa kunjungan tersebut memperlihatkan sejumlah aspek yang menjadi bagian dari proses produksi, termasuk kondisi peternakan, kesehatan sapi, pakan, dan pemerahan susu.
FEIHE AceKid menyebut perusahaan memiliki 15 peternakan mandiri dengan sekitar 150.000 ekor sapi yang berada di kawasan Golden Milk Source pada 47 derajat Lintang Utara. Menurut keterangan perusahaan, pemerahan susu dilakukan secara otomatis dan terjadwal. Susu segar kemudian didinginkan pada suhu 0–4 derajat Celsius dan dikirim menuju fasilitas produksi dalam waktu sekitar dua jam.
Perusahaan juga mengklaim susu segar yang dihasilkan memiliki jumlah bakteri 20 kali lebih rendah dibandingkan standar Uni Eropa. Klaim tersebut merupakan data yang disampaikan oleh perusahaan dalam rangkaian informasi mengenai proses produksinya.
Pengolahan Berlanjut di Smart Factory
Setelah melihat proses di peternakan, peserta juga mengunjungi fasilitas produksi atau Smart Factory FEIHE AceKid di Harbin.
Content creator sekaligus ibu, Antik Arifani, mengatakan bahwa kunjungan ke fasilitas tersebut memberikan gambaran mengenai tahapan yang dilalui susu sebelum menjadi produk formula.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!