InfraNexia dan Lintasarta Perkuat Konektivitas Medan–Batam–Padang dengan Teknologi DWDM
📅 Rabu, 02 Sep 2026, 20:17 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), perusahaan yang menjadi bagian dari Telkom Indonesia, berkolaborasi dengan PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) untuk memperkuat konektivitas digital berkapasitas tinggi di wilayah Sumatra dan Batam.
Kolaborasi tersebut mencakup pemanfaatan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) pada dua rute strategis, yakni Medan–Batam dan Padang–Batam. Penguatan jaringan diarahkan untuk menganticipasi pertumbuhan trafik data serta kebutuhan layanan digital yang membutuhkan kapasitas jaringan besar.
Kesepakatan kerja sama ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan (BAK) yang berlangsung di sela penyelenggaraan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali, pada 26 Agustus 2026.
DWDM merupakan teknologi yang memungkinkan beberapa kanal data ditransmisikan secara bersamaan melalui satu serat optik dengan menggunakan panjang gelombang cahaya yang berbeda. Teknologi tersebut memungkinkan pemanfaatan kapasitas jaringan serat optik (fiber optic) secara lebih optimal tanpa harus membangun jalur fiber baru untuk setiap tambahan kanal data.
Kapasitas tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas dari pelanggan korporasi, layanan komputasi awan (cloud computing), pusat data (data center), serta berbagai aplikasi digital yang membutuhkan lebar pita (bandwidth) besar, keandalan jaringan, dan kemampuan untuk meningkatkan kapasitas sesuai kebutuhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perkuat Koridor Sumatra–Batam
Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan bahwa kerja sama dengan Lintasarta merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan infrastruktur melalui pendekatan terbuka dan kolaboratif.
“Pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan jaringan yang tidak hanya mampu menyediakan kapasitas besar, tetapi juga dapat berkembang mengikuti kebutuhan pelanggan,” ujar Lukman melalui keterangan tertulis pada Rabu (2/9/2026).
Menurut dia, penguatan koridor Medan–Batam dan Padang–Batam diharapkan dapat mendukung ekspansi layanan, pertumbuhan trafik data, serta kebutuhan digital yang diperkirakan terus berkembang.
Kerja sama tersebut juga berkaitan dengan konsep akses terbuka (open access) dan infrastruktur netral (neutral infrastructure) yang diterapkan InfraNexia. Melalui pendekatan tersebut, infrastruktur telekomunikasi dapat dimanfaatkan oleh berbagai pelaku industri sesuai dengan kebutuhan kapasitas maupun model layanan masing-masing.
Dengan demikian, penguatan jaringan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan satu jenis layanan, tetapi juga membuka ruang pemanfaatan oleh berbagai sektor dalam ekosistem digital.
Kebutuhan Cloud dan Data Center Meningkat
Direktur Utama Lintasarta Armand Hermawan mengatakan bahwa kebutuhan terhadap konektivitas berkapasitas tinggi terus meningkat seiring pertumbuhan layanan digital, cloud, pusat data, dan berbagai beban kerja (workload) berbasis teknologi.
“Kebutuhan terhadap layanan digital, cloud, data center, dan berbagai workload berbasis teknologi terus meningkat,” kata Armand.
Menurut dia, pemanfaatan DWDM bersama InfraNexia menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemampuan jaringan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
Lintasarta juga menempatkan penguatan konektivitas sebagai bagian dari konsep Lintasarta Intelligent Core, yang dikembangkan sebagai fondasi layanan digital terintegrasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!