Jangan Lengah Gunungkidul Belum Aman! Status Siaga Darurat Hidrometeorologi Diperpanjang
📅 Rabu, 02 Sep 2026, 20:06 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoYOGYAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi sebagai upaya mengoptimalkan penanganan kedaruratan apabila diperlukan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono, di Gunungkidul, Rabu mengatakan status siaga darurat tersebut sebelumnya berakhir pada 31 Agustus 2026 dan kini diperpanjang hingga akhir November 2026 atau selama tiga bulan.
"Siaga darurat bencana hidrometeorologi diperpanjang hingga akhir November," katanya.
Menurut dia, dasar perpanjangan status tersebut salah satunya informasi dan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan musim kemarau berpotensi berlangsung hingga November.
"Penetapan status siaga darurat merupakan salah satu tahapan untuk mengakses anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) apabila terjadi suatu kejadian kedaruratan," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Purwono menyebut dampak musim kemarau yang masih dirasakan masyarakat berupa kekeringan dan kekurangan air di sejumlah lokasi.
Selama musim kemarau, BPBD telah menyalurkan bantuan air bersih di sekitar 16 kapanewon (kecamatan). Diperkirakan lebih dari 2,5 juta liter air telah didistribusikan.
"Kemungkinan permintaan droping air masih terus bertambah," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena potensi kekeringan masih terjadi beberapa bulan ke depan, BPBD akan terus melakukan droping air untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi.
"Perkiraan droping air bersih sampai November," ujarnya.
Ia menyebut bantuan droping air bersih juga dilakukan oleh pemerintah kapanewon melalui anggaran masing-masing. Tercatat sebanyak 12 kapanewon telah melakukan penyaluran bantuan air bersih tersebut.
"Anggaran kami akan habis awal September, dan sudah ajukan tambahan anggaran 5.000 tangki air lewat BTT. Tapi, sekarang masih dalam proses," kata dia.
Ia mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air dan mendahulukan pemanfaatannya untuk kepentingan pokok, seperti kebutuhan makanan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!