Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karhutla Mengancam! BKSDA Kalbar Bergerak Lindungi Orangutan dari Kepungan Api

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 12:36 WIB | Oleh:
Karhutla Mengancam! BKSDA Kalbar Bergerak Lindungi Orangutan dari Kepungan Api Doc: Antara foto/HO WWFIndonesia
Ket. Individu orangutan yang dijumpai di Lanskap Koridor Labian-Leboyan.

PONTIANAK - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat memprioritaskan perlindungan orangutan beserta habitatnya di tengah, meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

"Upaya perlindungan dan pelestarian orangutan beserta habitatnya menjadi salah satu prioritas BKSDA Kalimantan Barat. Untuk memastikan keselamatan satwa dilindungi dari dampak puncak musim kemarau dan potensi gangguan habitat, petugas di lapangan terus melakukan pemadaman di area kebakaran hutan dan lahan," kata Kepala Subbagian Tata Usaha BKSDA Kalimantan Barat, Imam Setyo Hartanto di Pontianak, Selasa.

Ia mengatakan BKSDA Kalbar menyiapkan langkah penyelamatan dan translokasi terhadap orangutan yang terdampak maupun terancam akibat kebakaran hutan dan lahan.

Menurut dia, karhutla tidak hanya berdampak terhadap kerusakan tutupan hutan, tetapi juga mengancam keselamatan satwa liar serta mempersempit ruang jelajah dan sumber pakan orangutan.

BKSDA Kalbar sebelumnya juga melakukan penyelamatan orangutan dari kawasan terdampak kebakaran di Kabupaten Ketapang sebagai bagian dari mitigasi ancaman karhutla terhadap satwa dilindungi. Kebakaran dan fragmentasi habitat dinilai dapat mendorong orangutan keluar dari kawasan hutan dan meningkatkan potensi konflik dengan manusia.

Imam mengatakan penanganan ancaman terhadap orangutan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri sehingga diperlukan keterlibatan masyarakat adat, komunitas lokal, akademisi, dunia usaha, dan organisasi masyarakat sipil.

"Konservasi orangutan di tengah ancaman degradasi habitat dan bencana kebakaran hutan dan lahan perlu melibatkan dukungan dari berbagai pihak. Peningkatan kapasitas masyarakat adat dan komunitas lokal juga menjadi fondasi bagi keberhasilan rencana konservasi dan pengelolaan kawasan secara berkelanjutan," katanya.

Menurutnya, Kalimantan Barat merupakan salah satu wilayah penting bagi konservasi orangutan karena menjadi habitat dua subspesies, yakni Pongo pygmaeus wurmbii dan Pongo pygmaeus pygmaeus.

Di Kabupaten Kapuas Hulu, populasi Pongo pygmaeus pygmaeus atau yang dikenal masyarakat Dayak setempat sebagai "Mayas" tersebar di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, Taman Nasional Betung Kerihun, Koridor Labian-Leboyan, hingga bentang alam yang terhubung dengan Batang Ai-Lanjak Entimau di Sarawak, Malaysia.

Berdasarkan dokumen Analisis Kelangsungan Hidup Habitat dan Populasi (Population and Habitat Viability Analysis/PHVA) Orangutan 2016, populasi Pongo pygmaeus pygmaeus, diperkirakan hanya tersisa sekitar 4.520 individu, dengan sekitar 2.470 individu dilaporkan berada di Kabupaten Kapuas Hulu.

Akademisi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Untan Riyandi mengatakan orangutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, karena merupakan salah satu spesies payung (umbrella species) yang membutuhkan wilayah jelajah dan habitat luas.

Sementara itu, BKSDA Kalbar bersama pemerintah daerah, akademisi dan sejumlah lembaga konservasi terus mendorong penguatan perlindungan kawasan penting, termasuk Koridor Labian-Leboyan yang menjadi jalur penghubung habitat orangutan di antara Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum.

Upaya perlindungan habitat dan pengendalian karhutla dinilai harus berjalan bersamaan, karena kebakaran hutan dapat mengancam keberadaan satwa liar, merusak sumber pakan, serta meningkatkan tekanan terhadap populasi orangutan yang telah mengalami penurunan akibat degradasi dan fragmentasi habitat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp100.800...
Luar Negeri
Aksi Demo Berujung Rusuh di...

Berikut Harga BBM di SPBU Per 19 Oktober 2026

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
Berikut Harga BBM di SPBU P...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.