Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perubahan Kian Dirasakan, Menata Kembali Kawasan Makam Gunung Jati Cirebon

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 06:17 WIB | Oleh:
Perubahan Kian Dirasakan, Menata Kembali Kawasan Makam Gunung Jati Cirebon Doc: antara foto
Ket. Kawasan makam Sunan Gunung Jati Cirebon

CIREBON - Pariwisata di  kawasan Makam Sunan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar) seakan-akan tidak pernah ada sepinya dan bahkan terus menggeliat.

Rombongan peziarah turun bergantian, lalu melangkah menuju gerbang kompleks makam. Sebagian singgah sejenak untuk membeli bunga tabur atau tasbih, sementara yang lain memilih langsung masuk untuk memanjatkan doa.

Beberapa waktu terakhir kawasan itu lebih ramai dari biasanya. Pedagang sibuk melayani pembeli, kendaraan terus keluar masuk area parkir, sementara peziarah datang silih berganti dari berbagai daerah.

Di tengah keramaian itu, ada satu perubahan yang mudah dirasakan. Jalan menuju kompleks makam kini terasa lebih lapang.

Peziarah pun dapat berjalan tanpa harus berkali-kali berhenti karena dihampiri orang yang meminta sedekah. Pemandangan yang dulu begitu lekat dengan kawasan wisata religi itu kini mulai berubah.

Aris (47), peziarah asal Semarang, menjadi salah satu yang merasakan perubahan tersebut. Bersama istri dan kedua anaknya, ia kembali berziarah ke Gunung Jati setelah sekitar empat tahun tidak datang ke Cirebon.

Sepanjang perjalanan menuju makam, Aris beberapa kali menoleh ke kanan dan kiri. Ia seperti memastikan tidak ada yang terlewat dari ingatannya.

“Rasanya berbeda sekali. Dulu baru turun dari bus sudah banyak yang menghampiri minta sedekah. Sekarang kami bisa jalan sampai ke gerbang dengan tenang,” katanya.

Bagi Aris, kenyamanan itu membuat tujuan utama kedatangannya tidak terganggu. Ia dan keluarganya bisa lebih khusyuk berziarah tanpa terus-menerus mengalihkan perhatian.

Perubahan itu pula yang membuat mereka memutuskan tidak langsung pulang ke Semarang. Seusai berziarah, Aris berencana mengajak keluarganya menikmati kuliner khas Cirebon dan bermalam sebelum kembali keesokan harinya.

Kesan serupa dirasakan Ikhwan (34), peziarah asal Tegal. Sebelum berangkat, ia sempat mendengar cerita dari kerabat yang pernah datang ke Gunung Jati beberapa tahun lalu. Mereka menggambarkan kawasan makam sebagai tempat yang selalu dipenuhi pengemis.

Cerita itu membuat Ikhwan sempat menyiapkan uang receh di saku. Namun, sesampainya di lokasi, pemandangan yang ia temui justru berbeda.

“Yang saya lihat sekarang rapi. Orang datang bisa langsung berziarah tanpa merasa sungkan atau terus dihampiri. Suasananya jadi lebih tenang,” ujarnya.

Ikhwan menyampaikan, perubahan tersebut bukan sekadar membuat kawasan makam terlihat lebih tertib.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Harga Avtur Turun 14 Persen...
Messi Terancam, Posisi Top Skor Piala Dunia Disamai Mbappe

Messi Terancam, Posisi Top Skor Piala Dunia Disamai Mbappe

01 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.