Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Yura Yunita Rilis Lagu Terbaru “Pertiwi”

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 19:00 WIB | Oleh:
Yura Yunita Rilis Lagu Terbaru “Pertiwi” Doc: Youtube/Yura Yunita

JAKARTA - Yura Yunita merilis lagu terbaru berjudul Pertiwi pada Rabu (2/9). Lagu tersebut mengajak pendengar menyelami keberanian untuk bersuara setelah lama memilih diam.

Pertiwi tidak sekadar menawarkan musik dan lirik, tetapi juga menghadirkan pengalaman emosional bagi pendengarnya. Lagu ini membawa tema tentang ketakutan, kemarahan, ketidakadilan, dan keberanian menyampaikan kebenaran.

Karya tersebut ditulis oleh Donne Maula dengan notasi dari Yura Yunita. Sementara aransemen musiknya digarap Iwan Popo yang menghadirkan nuansa megah tanpa menghilangkan sisi emosional lagu.

Vokal Yura terdengar seperti seseorang yang sedang berusaha mempertahankan keberanian. Melalui lagu ini, ia menggambarkan seseorang yang masih merasa takut, tetapi memilih untuk tetap menyuarakan apa yang diyakini.

'Pertiwi' juga tidak diarahkan untuk memiliki satu makna yang mutlak. Pendengar dapat menghubungkannya dengan pengalaman pribadi, keluarga, perempuan yang memilih diam, hingga berbagai bentuk ketidakadilan.

Pesan utama lagu tersebut berangkat dari keberanian untuk berbicara meski rasa takut masih ada. Kebenaran, menurut pesan yang dibawa lagu ini, tidak selalu lahir dari suara yang paling keras.

Sebaliknya, keberanian bisa muncul dari seseorang yang masih gemetar tetapi memutuskan untuk tidak kembali mundur. Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan Yura melalui musik dan vokalnya.

Selain lagu, Yura turut menghadirkan video musik yang dirilis bersamaan pada 2 September 2026. Visual tersebut menjadi bagian penting untuk menerjemahkan emosi yang dibangun melalui Pertiwi.

Dalam pengerjaannya, Yura berkolaborasi dengan sutradara Kathleen Malay dan koreografer Siko Setyanto. Kolaborasi tersebut menghasilkan visual yang mengedepankan emosi dengan eksekusi yang matang.

Yura juga mengajak pendengar untuk tidak terburu-buru mencari satu kesimpulan dari karya terbarunya. Ia justru meminta pendengar menikmati lagu tersebut dalam suasana yang tenang.

“Dengarkan dan nikmati saja lagu dan video musiknya. Cari ruang yang sedikit sunyi, biarkan lagunya selesai,” kata Yura.

Ia kemudian mengajak pendengar memperhatikan perasaan yang muncul setelah lagu berakhir. Bagi Yura, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan masing-masing pendengar ketika menemukan makna Pertiwi.

Melalui lagu ini, Yura berharap pendengar berani kembali mendengarkan suara dalam dirinya. Pertiwi menjadi ruang untuk mengakui ketakutan sekaligus menemukan keberanian untuk mulai berbicara. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Jenazah ABK Arupadhatu 1 Be...

AS Undang Putin Hadiri KTT G20 di Klub Golf Trump

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
AS Undang Putin Hadiri KTT ...
Olahraga
Thailand Berambisi Besar Ju...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.