Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perubahan Kian Dirasakan, Menata Kembali Kawasan Makam Gunung Jati Cirebon

2 Rabu, 01 Jul 2026, 06:17 WIB | Oleh:

Penataan kawasan Makam Sunan Gunung Jati bukan pekerjaan yang selesai dalam hitungan hari. Persoalan yang mengakar selama puluhan tahun itu ibarat benang kusut yang berkali-kali coba diurai, tetapi selalu menemui jalan buntu.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar menyebut kondisi tersebut sebagai pekerjaan rumah yang diwariskan dari masa ke masa. Banyak pihak bahkan meyakini penertiban di kawasan itu nyaris mustahil dilakukan.

Karena itu, sebelum mengambil langkah, Eko memilih turun langsung tanpa seragam dinas. Bersama anggotanya, ia beberapa kali menyusuri jalan menuju kompleks makam untuk melihat persoalan dari dekat.

Hasilnya menunjukkan masalah yang dihadapi jauh lebih kompleks daripada sekadar keberadaan pengemis. Sebagian memang datang karena himpitan ekonomi, tetapi ada pula kelompok dari luar daerah yang sengaja memanfaatkan ramainya peziarah sebagai sumber penghasilan. Polisi bahkan menemukan anak-anak yang diturunkan dari kendaraan untuk meminta sedekah.

Temuan itu kemudian dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon dan DPRD. Berbagai rapat digelar, meski keraguan terus mengemuka karena persoalan serupa berulang kali gagal diselesaikan.

Sejak awal, Eko menegaskan pendekatan represif bukan pilihan. Kawasan yang ditata merupakan makam ulama yang dihormati masyarakat, sehingga setiap langkah harus mempertimbangkan nilai sejarah, budaya, dan agama.

 "Ini bukan terminal, bukan pasar, atau stasiun. Yang kami tata adalah kawasan makam wali yang dihormati masyarakat," ujarnya.

Sebelum penataan dimulai, Forkopimda berdiskusi dengan ulama dan tokoh masyarakat. Mereka kemudian menempatkan personel gabungan Polri, TNI, dan Satpol PP di sejumlah titik tanpa tindakan yang berpotensi memicu gesekan.

Keputusan itu sempat diragukan efektivitasnya. Namun hasilnya justru di luar dugaan. Praktik pungutan liar dan pemaksaan terhadap peziarah berangsur hilang, sementara orang-orang yang sebelumnya memenuhi akses menuju makam tak lagi terlihat.

Berdasarkan informasi kepolisian, sebagian dari mereka kembali menekuni pekerjaan lamanya, mulai dari bertani, melaut, hingga menjadi tukang bangunan. Sebelumnya, polisi mencatat sekitar 150 orang pernah beraktivitas di kawasan tersebut dan sebagian besar bukan warga sekitar Gunung Jati.

Bagi Eko, perubahan itu tidak hanya menghadirkan ketertiban, tetapi juga mengembalikan kenyamanan peziarah sekaligus mengangkat citra Cirebon sebagai Kota Wali. Banyak pengunjung dari luar daerah mengaku terkejut melihat suasana kawasan yang kini lebih bersih dan tertata dibandingkan beberapa tahun lalu.

"Yang kami jaga bukan hanya ketertiban, tetapi juga marwah Cirebon sebagai kota tujuan wisata religi," katanya.

Menurut Eko, setiap hari ratusan peziarah datang dari berbagai daerah. Kesan mereka terhadap Cirebon akan terbentuk dari apa yang dilihat dan dialami selama berada di kawasan makam. Karena itu, ia merasa perlu mencari jalan keluar setelah menyaksikan langsung praktik pungutan liar, pemaksaan terhadap peziarah, hingga keterlibatan anak-anak dalam aktivitas meminta-minta.

 "Kalau kondisi itu terus dibiarkan, dampaknya tidak baik bagi Cirebon. Orang yang datang ke sini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kesan mereka terhadap daerah ini tentu ikut terbentuk dari apa yang mereka lihat," ujarnya.

Untuk menjaga perubahan tersebut, empat personel kepolisian bersama petugas gabungan masih disiagakan setiap hari di sekitar kompleks makam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.