Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Target Stunting di Kabupaten Gorontalo Turun Menjadi 24 Persen pada 2026

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Target Stunting di Kabupaten Gorontalo Turun Menjadi 24 Persen pada 2026 Doc: Antara
Ket. Pemkab Gorontalo menargetkan penurunan stunting menjadi 24 persen pada tahun 2026. Sekda Sugondo Makmur menyampaikan hal tersebut pada kegiatan rapat kerja daerah, pada Kamis (11/6/2026).

Gorontalo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, Provinsi Gorontalo menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 24 persen pada 2026, seiring penguatan program percepatan penurunan yang melibatkan berbagai sektor.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur di Gorontalo, Kamis mengatakan upaya penanganan stunting di daerah tersebut menunjukkan perkembangan positif yang ditandai dengan menurunnya jumlah keluarga berisiko stunting dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah keluarga berisiko stunting tercatat 25.700 keluarga pada 2023, kemudian turun menjadi 15.289 keluarga pada 2024 dan kembali turun menjadi 13.792 keluarga pada 2025.

Capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga penyuluh keluarga berencana yang terlibat dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting.

"Penurunan jumlah keluarga berisiko stunting menunjukkan berbagai intervensi yang dilakukan mulai memberikan hasil, namun upaya tersebut harus terus diperkuat agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai," kata Sugondo.

Ia mengatakan meskipun tren penurunan terus terjadi, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan karena prevalensi stunting pada 2025 masih berada di angka 28 persen.

Oleh karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi lintas sektor serta meningkatkan kualitas pelaksanaan program yang menyasar keluarga berisiko stunting.

Sugondo menegaskan, kualitas data menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan penanganan stunting, karena menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan penentuan sasaran intervensi.

"Keberhasilan penanganan stunting tidak hanya ditentukan oleh program yang dilaksanakan, tetapi juga oleh kualitas data yang dilaporkan. Data yang valid dan tepat waktu sangat penting agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran," katanya.

Ia berharap, melalui penguatan kualitas data, peningkatan koordinasi antar lembaga dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, target penurunan prevalensi stunting menjadi 24 persen pada 2026 dapat tercapai, sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Peneliti ITS Rancang Drone Pembersih Sampah di Laut

5 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Peneliti ITS Rancang Drone ...

Rekaman Menunjukkan Iran Gunakan F-14 Tomcat Buatan AS Dalam Perang

6 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Rekaman Menunjukkan Iran Gu...
Olahraga
Tercatat 31 Titik Nobar Pia...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.