KRL Rangkasbitung Bakal Ditingkatkan, KAI Tambah Gardu dan Modernisasi Sinyal
📅 Minggu, 07 Jun 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat kapasitas layanan KRL lintas Tanah Abang-Rangkasbitung melalui peningkatan daya listrik dan modernisasi persinyalan guna memenuhi pertumbuhan mobilitas masyarakat.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan permintaan masyarakat terhadap layanan Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung terus meningkat sehingga pihaknya bersama Kemenhub berupaya meningkatkan kapasitas sarana dan infrastruktur yang tersedia di lintas tersebut.
"Peningkatan kapasitas agar perjalanan pelanggan menjadi lebih nyaman dan tersedia lebih banyak pilihan perjalanan,” kata Bobby dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (6/6).
Langkah pertama yang akan dilakukan meliputi penguatan sistem listrik aliran atas (LAA) pada lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Saat ini, daya listrik pada lintas tersebut berada pada level 3.000 volt, sementara lintas Bogor dan Bekasi telah didukung daya sebesar 4.000 volt.
Perbedaan kapasitas tersebut menyebabkan rangkaian dengan stamformasi 12 kereta belum dapat dioperasikan sehingga kapasitas angkut masih bertumpu pada rangkaian 8 dan 10 kereta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mendukung peningkatan kapasitas layanan, KAI akan menambah 11 gardu traksi di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Penguatan pasokan daya itu menjadi fondasi penting untuk mendukung operasional rangkaian 12 kereta.
Dengan kapasitas yang lebih besar, jumlah pelanggan yang dapat dilayani dalam setiap perjalanan akan meningkat sehingga ruang gerak pelanggan saat jam sibuk menjadi lebih baik.
Peningkatan kapasitas tersebut dilaksanakan melalui koordinasi dan sinergi antara KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub sebagai regulator perkeretaapian nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kolaborasi itu mencakup perencanaan penguatan sistem kelistrikan, pengembangan kapasitas lintas, hingga modernisasi sistem operasi yang diperlukan untuk menjawab pertumbuhan kebutuhan mobilitas masyarakat di koridor Tanah Abang–Rangkasbitung.
Kapasitas angkut yang lebih besar akan membuka peluang tersedianya layanan yang lebih nyaman, mengurangi tingkat kepadatan pada perjalanan tertentu, serta mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang di wilayah barat Jabodetabek.
"Selain penguatan daya listrik, KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan juga akan melakukan modernisasi sistem persinyalan," tutur Bobby.
Saat ini sebagian sistem persinyalan di lintas Rangkasbitung masih menggunakan pola blok tertutup yang membatasi jumlah perjalanan kereta dalam satu lintas operasi. Dalam sistem tersebut, satu blok yang mencakup beberapa stasiun hanya dapat dilalui oleh satu kereta pada waktu yang sama.
Kondisi tersebut berdampak pada waktu antar perjalanan kereta (headway) yang saat ini berada pada kisaran 10 menit. Sebagai perbandingan, lintas Bekasi dan Bogor telah mampu melayani perjalanan dengan headway sekitar 3 hingga 4 menit.
Melalui modernisasi persinyalan, kapasitas lintas akan meningkat sehingga frekuensi perjalanan kereta dapat ditambah dan waktu tunggu pelanggan menjadi lebih singkat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!