Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi

📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 16:25 WIB | Oleh:
Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi Doc: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri Press Conference NMAA IMI SEMA Project 2026 di Gedung Joang 45, Jakarta, Rabu (19/8).

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyebut industri modifikasi otomotif di Indonesia tidak lagi dipandang sekadar sebagai hobi, tetapi sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang mampu menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan membuka peluang pasar global.

Menurut Riefky, industri modifikasi otomotif memiliki potensi besar karena melibatkan berbagai talenta dan pelaku usaha, mulai dari builder, desainer, teknisi, produsen komponen aftermarket, brand lokal, komunitas, media, hingga konten kreator.

“Mereka tidak hanya menciptakan karya estetis, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat rantai nilai industri otomotif dari hulu ke hilir,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan pengembangan industri modifikasi kini memiliki landasan yang lebih kuat setelah modifikasi otomotif ditetapkan sebagai salah satu dari 21 subsektor ekonomi kreatif dalam Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045.

Dengan masuknya modifikasi otomotif sebagai subsektor ekonomi kreatif, aktivitas tersebut diharapkan dapat dikembangkan sebagai sektor produktif yang memiliki kontribusi terukur terhadap perekonomian, baik melalui investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja maupun kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Industri kreatif modifikasi otomotif Indonesia memiliki potensi untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional sekaligus menembus pasar global,” ujarnya.

Untuk merealisasikan potensi tersebut, Kementerian Ekraf mendorong penguatan ekosistem modifikasi otomotif, mulai dari pengembangan talenta, inovasi, kekayaan intelektual, hingga perluasan akses pembiayaan dan pasar.

Penguatan ekosistem tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor atau heksaheliks yang melibatkan pemerintah, asosiasi, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, hingga lembaga keuangan.

Salah satu upaya memperluas eksposur karya modifikasi Indonesia ke pasar global dilakukan melalui NMAA IMI SEMA Project 2026. Proyek kolaborasi National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) tersebut akan membawa karya builder Indonesia ke SEMA Show 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat.

Proyek tersebut menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 bertema Next Gen Culture dan akan membawa kendaraan hasil modifikasi Indonesia ke salah satu pameran aftermarket dan modifikasi otomotif terbesar dunia pada 3–6 November 2026.

Riefky menilai keikutsertaan karya modifikasi Indonesia di panggung internasional dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan kualitas talenta dan produk lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

“Kita menyaksikan babak baru perjalanan industri kreatif modifikasi otomotif Indonesia. Semoga langkah historis dari tempat ini hingga ke panggung dunia menjadi inspirasi bahwa karya modifikasi Indonesia tidak hanya berjaya di negeri sendiri, tetapi juga semakin dikenal dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional,” kata Riefky.

Sementara itu, Project Director IMX sekaligus Direktur Modifikasi dan Kendaraan Listrik IMI Pusat Andre Muljadi mengatakan keikutsertaan di SEMA Show 2026 membawa misi untuk menunjukkan kemampuan industri modifikasi Indonesia di tingkat global.

“Misi utama kami melalui Semangat45 adalah membawa mobil hasil modifikasi karya anak bangsa ke panggung internasional terbesar di dunia, yaitu SEMA Show yang akan diselenggarakan di Las Vegas, Amerika Serikat,” ujar Andre.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
24 Aug 2026, 14:42 WIB.

Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini menjadi cetak biru yang sangat ideal bagi pengembangan industri rekayasa otomotif di masa depan, mengingat sektor modifikasi sejatinya sangat bergantung pada integrasi alat-alat berat, mesin presisi tinggi, serta rantai pasok material yang kokoh dari hulu ke hilir untuk menciptakan produk unggulan yang mampu menembus pasar ekspor.

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Menterinya aja kena OTT KPK :D
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
Luar Negeri
PBB Serukan Tindakan Mendes...
Megapolitan
Korban Pungli Diganti Dua K...
Nasional
KUR Didorong Perkuat UMKM a...
Nasional
Masalah Perampasan Aset Tin...
Advertisement
BI: Rupiah Makin Mendunia Berkat QRIS Antarnegara

BI: Rupiah Makin Mendunia Berkat QRIS Antarnegara

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.