Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Walkot Tidak Ingin Stigma Gotham City Melekat dengan Jakarta Barat

📅 Selasa, 25 Agu 2026, 16:36 WIB | Oleh:
Walkot Tidak Ingin Stigma Gotham City Melekat dengan Jakarta Barat Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) di halaman kantor wali kota, Selasa (13/1).

JAKARTA -- Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah tidak ingin wilayahnya melekat dengan stigma "Gotham City" karena dinilai tidak aman, seperti kota fiksi penuh kejahatan dalam cerita DC Comics.

"Kita tidak ingin Jakarta Barat dibilang Gotham City. Masa Jakarta Barat tidak aman? Malam hari saja masih banyak warga kita yang bermain bola dan beraktivitas," ujar Iin.​​​​​​dalam pertemuan silaturahmi Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Barat bersama warga di Balai Warga RW 10 Kelurahan Meruya Utara, Kembangan, Senin (24/8).

Menurut dia, julukan itu tidak mencerminkan realitas dan semangat warga dalam menjaga lingkungannya. Situasi keamanan dan kenyamanan di Jakarta Barat merupakan tanggung jawab kolektif.

"Keberhasilan menjaga ketertiban wilayah bergantung pada kolaborasi erat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan elemen masyarakat," kata Iin.

Dia menuturkan, program silaturahmi lintas sektor ini digelar secara bertahap dan akan berlanjut ke seluruh kecamatan di wilayah Jakarta Barat guna membuka ruang dialog langsung dengan warga.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Nasriadi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran keamanan mandiri dengan menjadi "polisi bagi diri sendiri".

Ia juga mengingatkan para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak, agar terhindar dari tawuran, narkoba, dan berbagai aktivitas yang dapat merugikan masa depan mereka.

“Mari kita menjadi polisi bagi kita sendiri. Artinya, kita tidak menjadi pelaku kejahatan dan tidak menjadi korban kejahatan,” pesan Nasriadi.

Sementara itu, Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Saputra Haki mengingatkan warga agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial.

Setiap informasi perlu diperiksa kebenarannya terlebih dahulu, agar berita yang belum terverifikasi tidak menimbulkan kepanikan yang berujung pada kerusuhan.

“Harus dicek betul apakah informasi tersebut benar atau tidak. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru membuat kepanikan dan berujung pada kerusuhan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Nasional
Wamenkomdigi Desak UMKM Nai...
Menkeu Tegaskan Setiap Rupiah APBN Harus Bermanfaat Buat Rakyat

Menkeu Tegaskan Setiap Rupiah APBN Harus Bermanfaat Buat Rakyat

25 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.