Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit
📅 Minggu, 23 Agu 2026, 21:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Peningkatan omzet penjualan UMKM dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) tahun ini menunjukkan semakin kuatnya akses pasar dan daya saing produk lokal.
Tren tersebut menjadi sinyal positif bahwa fasilitasi promosi, digitalisasi, dan perluasan jejaring pasar dapat mendorong UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga meningkatkan skala usahanya.
Bank Indonesia (BI) mencatat omzet penjualan UMKM pada Karya Kreatif Indonesia (KKI) selama tiga hari atau pada 20-22 Agustus 2026 mencapai Rp144,2 miliar, naik 46 persen dibandingkan realisasi KKI 2025 selama empat hari penyelenggaraan sebesar Rp98,7 miliar.
“Tiga hari (pada 2026) dibandingkan empat hari 2025, itu saja sudah menghasilkan untuk penjualan naik 46 persen, Rp144,2 miliar. Nanti kalau ditutup (hingga 23 Agustus 2026), tentunya akan lebih tinggi lagi,” kata Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman dalam Closing Ceremony KKI 2026 di Jakarta, Minggu (23/8).
Selain itu, BI juga mengungkapkan nilai transaksi business matching ekspor oleh UMKM hingga Sabtu (22/8) mencapai Rp169,9 miliar atau naik sekitar 1 persen dibandingkan realisasi KKI 2025 selama empat hari penyelenggaraan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aida menilai, transaksi business matching ekspor yang tidak berbeda jauh dari tahun sebelumnya didorong oleh masih berlangsungnya ketidakpastian perekonomian global.
“Tahun ini kita punya geopolitik yang sangat susah. Tapi intinya, dengan angka yang terjaga tersebut, UMKM Indonesia ini berdaya saing. Itu juga melibatkan 16 negara dan 192 UMKM (dalam business matching ekspor),” kata Aida.
Sementara untuk business matching pembiayaan hingga Sabtu (22/8), nilai transaksinya mencapai Rp285 miliar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aida menyampaikan bahwa KKI 2026 menghadirkan lima aspek kebaruan yakni program berdampak nyata melalui Cangkir Barista dan Citra Nusa, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan.
“Pesan dari BI tentunya agar UMKM terus tumbuh, kembangkan potensi di daerahnya hingga mendukung ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan menyerap tenaga kerja,” kata Aida.
KKI 2026 melibatkan total mencapai 1.850 UMKM, termasuk 550 UMKM yang hadir secara fisik di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 20-23 Agustus 2026. Beragam produk UMKM hasil kurasi ditampilkan, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.
Pada kesempatan tersebut, Aida menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan KKI 2026 tidak hanya masyarakat umum yang menjadi pengunjung tetapi juga kementerian dan lembaga, asosiasi, mitra industri, perbankan, akademisi, hingga kurator, desainer, komunitas, narasumber, serta secara khusus pemerintah daerah dan para UMKM.
“Ini adalah syukur dan apresiasi yang selalu kita lakukan. Untuk tahun depan, kita kembali lagi merencanakan KKI tahun 2027. Untuk apa? Supaya UMKM kita tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” kata Aida.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!