Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 17:22 WIB | Oleh:
Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional Doc: Dokumentasi Kementerian Perindustrian
Ket. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta industri kecil dan menengah (IKM) memenuhi kualifikasi sebagai pemasok industri kendaraan listrik. Ini bertujuan agar IKM dapat masuk ke dalam rantai pasok dan memperoleh pesanan secara berkelanjutan.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (18/8) di Jakarta.

Menurut dia, pengembangan kendaraan listrik perlu memberikan efek berganda, termasuk membuka kesempatan IKM menjadi bagian rantai pasok.

“Target kami bukan sekadar meningkatkan jumlah IKM yang mendapatkan pembinaan, tetapi juga memastikan mereka memenuhi persyaratan industri,” ujar dia. “IKM harus mampu memenuhi kualifikasi sebagai pemasok, masuk dalam rantai pasok, dan memperoleh pesanan secara berkelanjutan.”

Agus mencontohkan dua IKM binaan Kemenperin yang menjadi bagian dari ekosistem pendukung motor listrik nasional (molinas). PT Kannindo Metal Industri dan PT Multikon Rekatama Industri memproduksi komponen box dan bracket baterai untuk molinas Alva.

“Artinya, IKM berpeluang untuk berperan lebih luas dalam rantai pasok kendaraan listrik,” ujar dia.

Menurut Menperin, Ini dapat dikembangkan melalui peningkatan kemampuan teknologi, kualitas, produktivitas, dan akses pasar.

Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin tengah menjalankan berbagai program pengembangan IKM komponen alat angkut. Ini mencakup identifikasi IKM, peningkatan kualitas, pengembangan prototipe, pengujian, sertifikasi, hingga integrasi ke rantai pas

Program ini menggunakan pendekatan supplier development dengan kebutuhan industri besar dan original equipment manufacturer (OEM) sebagai titik awal pembinaan. Kemampuan IKM kemudian dipetakan dan dicocokkan dengan kebutuhan komponen industri kendaraan listrik.

IKM yang dinilai potensial selanjutnya menjalani asesmen kesiapan pemasok untuk mengetahui kesenjangan kemampuan yang masih perlu diperbaiki. Menurut Agus, ini mencakup teknologi, kualitas, kapasitas produksi, engineering, sertifikasi, produktivitas, biaya, dan ketepatan pengiriman.

“Sehingga intervensi pembinaan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran,” ujar dia. Menperin menilai pola pembinaan berbasis kebutuhan industri diperlukan agar IKM memiliki orientasi pasar yang jelas.

“Produsen (OEM) dan pemasok suku cadang (tier 1) akan menyampaikan kebutuhan serta standar komponen yang diperlukan,” ujar dia.

Setelah itu, kata Menperin, pemerintah akan membina IKM agar mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

IKM yang memiliki kemampuan engineering dan manufaktur lebih tinggi dapat dikembangkan untuk menghasilkan komponen bernilai tambah lebih besar. Misalnya battery housing, motor housing, precision machining, komponen kelistrikan, hingga komponen pendukung battery pack dan power electronics.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
24 Aug 2026, 14:50 WIB.

Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas IKM melalui program supplier development ini merupakan strategi industri yang sangat tepat, mengingat pemberdayaan manufaktur lokal khususnya di sektor precision machining tidak hanya akan memperkuat struktur rantai pasok kendaraan listrik nasional, tetapi juga memacu transfer teknologi yang esensial bagi kemandirian industri masa depan.

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Ekonomi
Sompo Indonesia selenggarak...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.