Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

42 Ruas Jalan Bandung Bebas Kabel Udara, Target 85 Ruas hingga 2026

28 Selasa, 25 Agu 2026, 16:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
42 Ruas Jalan Bandung Bebas Kabel Udara, Target 85 Ruas hingga 2026 42 Ruas Jalan Bandung Bebas Kabel Udara, Target 85 Ruas hingga 2026 Doc: Antara
Ket. Petugas saat melakukan penurunan kabel udara ke saluran bawah tanah di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/8).

Kota Bandung - Pemerintah Kota Bandung telah menuntaskan penurunan kabel udara ke saluran bawah tanah pada 42 ruas jalan hingga Agustus 2026 sebagai bagian dari penataan infrastruktur telekomunikasi sekaligus memperbaiki estetika kota.

Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung Indra Arief Budyana mengatakan program tersebut ditargetkan mencakup 85 ruas jalan sepanjang 2026.

“Sekarang sudah selesai 42 ruas jalan. Minggu ini dilanjutkan ke Jalan Karapitan. Untuk tahap kedua, 45 ruas jalan ditargetkan selesai minggu ini,” ujar Indra di Bandung, Selasa (25/8).

Program penurunan kabel tersebut mulai dilaksanakan sejak 2 Juni 2026, diawali dari kawasan Jalan Merdeka dan kemudian dilanjutkan ke sejumlah ruas jalan lainnya.

Beberapa ruas jalan yang telah ditangani antara lain Jalan Merdeka, Wastukancana, Aceh, Perintis Kemerdekaan, Tamblong, Lembong, Lengkong Kecil, Lengkong Besar, Manado, Tongkeng, Gudang Utara, Gudang Selatan, Cimanuk, dan Cilaki.

Menurut Indra, salah satu tantangan dalam program tersebut adalah kesiapan operator telekomunikasi untuk memindahkan kabel setelah saluran infrastruktur bawah tanah selesai disiapkan.

Operator diberikan waktu maksimal tiga bulan setelah infrastruktur pengendalian kabel selesai dibangun untuk memindahkan kabel udara ke saluran bawah tanah.

“Setelah selesai infrastrukturnya, tiga bulan harus turun. Jadi operator punya waktu tiga bulan untuk menurunkan kabel. Karena mungkin start-nya kurang pas, banyak yang kejar-kejaran,” katanya.

Ia mengatakan proses pemindahan masih menghadapi sejumlah kendala teknis, termasuk kesiapan sambungan pelanggan yang belum seluruhnya dapat dipindahkan.

Dalam beberapa kondisi, operator bahkan membutuhkan tambahan waktu satu hingga dua hari untuk menyelesaikan pemindahan kabel setelah infrastruktur pengendalian dinyatakan siap.

Untuk mengantisipasi kendala tersebut, Pemkot Bandung memperkuat koordinasi dan sosialisasi kepada operator telekomunikasi terkait ruas jalan yang akan menjadi lokasi penataan.

Indra mengatakan daftar ruas jalan yang akan ditangani telah disampaikan kepada operator sejak November 2025. Sementara pemberitahuan pelaksanaan pekerjaan diberikan paling lambat dua minggu sebelum pekerjaan dimulai.

“Pemberitahuannya minimal dua minggu sebelum pelaksanaan sudah kami layangkan. Sebenarnya dari tahun sebelumnya, dari November 2025, ruas-ruas jalan yang akan diturunkan sudah diberitahukan,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Rupiah Rentan Terkoreksi - 28 Oktober 2026

1.5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Rentan Terkoreksi - ...
Olahraga
Hasil Piala Liga: Arsenal K...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Indonesia Akan Bangun Fasilitas Penyimpanan Minyak Mentah untuk Impor Langsung

Indonesia Akan Bangun Fasilitas Penyimpanan Minyak Mentah untuk Impor Langsung

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.