Pakar Sebut Pasokan Pangan Global Terancam Gelombang Panas dan Konflik
📅 Selasa, 25 Agu 2026, 17:45 WIB | Oleh: Ilham SudrajatOTTAWA — Pasokan pangan global saat ini menghadapi berbagai ancaman yang berasal dari gelombang panas, konflik, dan penurunan hasil panen. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu ketersediaan pangan serta meningkatkan tekanan terhadap harga komoditas di berbagai negara.
Melansir dari Tasnim, Selasa (25/8), konflik telah menghambat sejumlah jalur distribusi pangan global, termasuk jalur pengiriman biji-bijian. Gangguan pada jalur pasokan dapat memengaruhi ketersediaan pangan di berbagai wilayah yang bergantung pada impor.
Perubahan iklim turut memperburuk kondisi tersebut. Perubahan iklim menyebabkan penurunan ketinggian air di sejumlah jalur pelayaran penting yang berpotensi mengganggu pengiriman komoditas pangan.
Gelombang panas dan kekeringan juga mulai memberikan tekanan terhadap sektor pertanian. Dampaknya dirasakan oleh sejumlah negara penghasil komoditas pertanian utama.
Profesor Evan Fraser, pakar sistem pangan global, mengatakan sistem pangan saat ini bergantung pada tiga hal yang kini tidak terpenuhi. “Tiga hal tersebut yaitu perdagangan yang lancar, energi murah, dan iklim yang stabil,” ucap Fraser.
Sebaiknya Anda baca juga:
Amerika Serikat diperkirakan mengalami penurunan besar dalam produksi gandum akibat kekeringan parah. Produksi gandum negara tersebut bahkan diperkirakan menjadi yang terburuk sejak 1970.
Australia juga menghadapi tekanan terhadap produksi gandumnya. Negara tersebut merupakan salah satu pemasok biji-bijian utama dunia, tetapi telah mengurangi luas lahan gandum akibat tingginya harga pupuk.
Sementara itu, Prancis dan Jerman juga memperkirakan penurunan hasil panen akibat suhu panas yang tidak normal. Penurunan produksi di sejumlah negara dapat meningkatkan tekanan terhadap pasokan pangan global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, persediaan gandum dari panen yang baik pada tahun sebelumnya masih membantu menahan kenaikan harga pangan global. Persediaan tersebut untuk sementara memberikan ruang bagi pasar pangan dalam menghadapi gangguan pasokan.
Meski demikian, ancaman terhadap sistem pangan global dinilai semakin kompleks. Perubahan iklim, konflik, dan penurunan hasil panen secara bersamaan dapat meningkatkan risiko terhadap ketahanan pangan dunia.
Fraser menilai sistem pangan yang telah berjalan selama bertahun-tahun tidak lagi sesuai dengan kondisi saat ini. Ia mengatakan sistem tersebut perlu dipikirkan dan dirancang ulang untuk menghadapi berbagai tantangan baru.ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!