Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

📅 Selasa, 25 Agu 2026, 06:33 WIB | Oleh:
Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026. Doc: PGE
Ket. Komitmen PGE melestarikan Elang Jawa.

Memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (IDX: PGEO) meraih Penghargaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 Bidang Konservasi Spesies dan Genetik dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kepada Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho dalam Pembukaan Peringatan HKAN 2026 di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026). Capaian ini menjadi satu lagi bukti konsistensi PGE dalam menjalankan pengembangan panas bumi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga selaras dengan perlindungan ekosistem dan keanekaragaman hayati.

Dalam sambutannya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya HKAN sebagai momentum untuk memperkuat upaya perlindungan keanekaragaman hayati melalui pendekatan yang semakin kreatif dan inovatif.

“Dengan HKAN ini mari tingkatkan komitmen kita untuk bekerja lebih keras lagi, menemukan cara-cara yang lebih kreatif, yang lebih inovatif dalam melindungi keanekaragaman hayati kita.” tutur Menteri Juli.

20260825063145_Pelestarian-Elang-Jawa_1.jpg

Berdasarkan surat resmi Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik Nomor S.356/KSG/PSG.2/KSA.03.02/B/08/2026, PGE ditetapkan sebagai penerima penghargaan berdasarkan hasil penilaian terhadap kontribusi yang telah diberikan. PKEK dinilai berperan sebagai pusat penyelamatan, rehabilitasi, pelepasliaran, penelitian, dan edukasi konservasi burung pemangsa di Indonesia.

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho mengatakan, penghargaan HKAN sekaligus menjadi pengingat bahwa keberlanjutan industri panas bumi tidak dapat dipisahkan dari kelestarian alam.

"Penghargaan ini adalah pengakuan atas keyakinan yang kami pegang sejak awal: pengembangan energi panas bumi dan pelestarian alam adalah satu kesatuan. Panas bumi hanya lestari jika hutan dan ekosistem di sekitarnya terjaga, karena itu kepedulian lingkungan menjadi bagian dari cara PGE beroperasi setiap hari," ujar Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho.

Satu Dekade Menjaga "Garuda" Tetap Mengangkasa

PKEK berdiri sejak 2014 melalui kemitraan PGE dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan Raptor Indonesia. Fasilitas konservasi berstandar internasional ini dikhususkan bagi satwa elang, terutama Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), spesies endemik yang menginspirasi lambang negara Garuda dan berstatus Endangered dalam IUCN Red List of Threatened Species.

20260825063212_Pelestarian-Elang-Jawa_2.jpg

Selama lebih dari satu dekade, PKEK telah melakukan konservasi terhadap 392 ekor elang dan melepasliarkan 153 ekor ke habitat alaminya. Elang-elang tersebut berasal dari berbagai kondisi, termasuk hasil sitaan, serahan masyarakat, maupun satwa yang menjadi korban konflik dengan manusia.

Untuk mendukung upaya tersebut, PGE mengalokasikan sekitar 116 hektare kawasan di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kamojang untuk konservasi Elang Jawa. Kawasan ini dilengkapi fasilitas karantina, observasi, rehabilitasi, serta kandang pelatihan terbang untuk mempersiapkan elang sebelum kembali ke habitat alaminya. PKEK juga menjalankan edukasi konservasi bagi pelajar dan masyarakat serta melibatkan warga sekitar dalam mendukung operasional konservasi, antara lain melalui penyediaan pakan elang oleh peternak lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.