Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPK: Modus Operandi Korupsi Kepala Daerah Kian Beragam

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 19:10 WIB | Oleh:
KPK: Modus Operandi Korupsi Kepala Daerah Kian Beragam Doc: RRI/Chairul Umam
Ket. Jubir KPK Budi Prasetyo

JAKARTA - Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, membeberkan fenomena maraknya operasi tangkap tangan yang menyasar sepuluh kepala daerah awal tahun ini. Menurutnya, rentetan peristiwa memprihatinkan tersebut merupakan akumulasi dari berbagai faktor utama yang memicu terjadinya praktik korupsi masif.

Bahkan, lanjut dia, beragam modus operandi seperti suap proyek hingga jual beli jabatan terus berulang dalam birokrasi kita.

"Kami memang perlu memetakan beberapa masalah yang kami temukan dari sejumlah operasi tangkap tangan pada kepala daerah," kata Budi, Rabu (15/4).

Untuk itu, integritas individu pemimpin merupakan benteng terakhir yang sering kali runtuh akibat godaan kekuasaan besar. Menurutnya, peristiwa memuakkan ini muncul karena adanya dorongan kebutuhan pribadi atau faktor kesukarelaan untuk memperkaya diri sendiri.

Selain itu, kata dia, biaya kontestasi politik yang sangat tinggi menjadi akar masalah utama sistemik saat ini. “Faktanya kita perlu melihat mengapa hal ini dilakukan apakah karena ada kebutuhan atau memang murni faktor sukarela," ucap dia.

Dia berpendapat bahwa partai politik selaku entitas pengusung juga harus ikut bertanggung jawab karena sering membebani calon pemimpin. "Biaya politik yang tinggi juga dapat mendorong kepala daerah melakukan korupsi karena harus ada pengembalian modal awal," ujar Budi.

Sementara, ancaman pemberhentian aparatur sipil negara sering digunakan bupati untuk menekan bawahan agar patuh. Menurut dia, dampak atau implikasi dari kondisi tersebut mengakibatkan kualitas pembangunan infrastruktur publik menjadi sangat buruk dan merugikan.

Budi juga mencermati pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam melaporkan segala bentuk kejanggalan dalam tata kelola. KPK juga terus menggencarkan strategi pendidikan dan peran serta masyarakat yang dilakukan melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.