Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inovasi AI dan Digitalisasi Data Perkuat Layanan Kesehatan Ibu di Indonesia

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 23:13 WIB | Oleh:
Inovasi AI dan Digitalisasi Data Perkuat Layanan Kesehatan Ibu di Indonesia Doc: Koneksi
Ket. Cek kesehatan untuk pengumpulan informasi kesehatan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Pemanfaatan kecerdasan buatan dan digitalisasi data kesehatan dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak, mempercepat deteksi risiko kehamilan, serta mengurangi beban administrasi tenaga kesehatan.

JAKARTA – Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia kini mendapat dukungan dari pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Sejumlah lembaga penelitian dan akademik dari Indonesia serta Australia tengah mengembangkan sistem kesehatan digital yang dirancang untuk membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan berbasis data.

Inisiatif tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Summit Institute for Development (SID), Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), Universitas Mataram, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penelitian ini didukung oleh program Koneksi dan dilaksanakan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, serta Garut, Jawa Barat.

Penelitian yang mengusung tema digitalisasi layanan kesehatan primer berbasis AI ini berfokus pada upaya menjawab berbagai tantangan kesehatan ibu dan anak yang masih dihadapi Indonesia. Selain tingginya angka kematian ibu dan bayi, tenaga kesehatan di tingkat komunitas juga masih terbebani oleh proses pencatatan dan pelaporan kesehatan yang sebagian besar dilakukan secara manual.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim peneliti mengembangkan sistem yang mampu mengubah data tulisan tangan pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menjadi data digital yang terstruktur. Teknologi ini diharapkan dapat memangkas waktu yang selama ini digunakan bidan dan tenaga kesehatan untuk pekerjaan administratif sehingga mereka dapat lebih fokus memberikan pelayanan kepada pasien.

CEO Summit Institute for Development sekaligus Ketua Proyek Penelitian, Yuni Dwi Setiyawati, mengatakan bahwa pemanfaatan data kesehatan secara optimal menjadi salah satu tujuan utama dari pengembangan sistem tersebut.

“Tujuan utama kami adalah memastikan data kesehatan yang selama ini tersebar dan tercatat secara manual dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk mendukung pengambilan keputusan dan pemantauan kesehatan ibu secara dini,” ujarnya melalui siaran pers pada hari Jumat (12/6).

Tidak hanya melakukan digitalisasi data, tim peneliti juga mengembangkan sistem AI yang mampu menganalisis konsultasi kesehatan yang dilakukan melalui WhatsApp maupun layanan call center. Analisis tersebut digunakan untuk memahami kebutuhan pasien, pola pencarian layanan kesehatan, serta menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

Pada tahap berikutnya, teknologi AI akan diarahkan untuk membantu mengidentifikasi risiko kesehatan ibu sejak dini. Dengan demikian, tenaga kesehatan dapat melakukan intervensi lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Hasil uji coba awal yang melibatkan sekitar 12.000 data ibu hamil di wilayah Lombok dan Garut menunjukkan potensi besar teknologi ini dalam mengidentifikasi pola risiko kehamilan dan akses layanan kesehatan. Sistem tersebut juga telah diuji bersama 40 bidan yang bertugas di wilayah kerja Puskesmas Narmada, Lombok Barat.

Menurut Yuni, kerja sama lintas negara menjadi faktor penting dalam pengembangan inovasi tersebut.

“Kolaborasi ini mempertemukan keahlian Indonesia dalam implementasi layanan kesehatan komunitas dengan keahlian Australia dalam kecerdasan buatan dan teknologi kesehatan digital. Kemitraan seperti ini penting untuk menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus berkelanjutan,” katanya.

Dalam kegiatan kunjungan media yang digelar di Desa Mekarsari, Kecamatan Narmada, para jurnalis berkesempatan menyaksikan langsung penerapan teknologi yang sedang dikembangkan. Mereka melihat proses digitalisasi data Buku KIA yang dilakukan oleh bidan desa, sistem AI yang memberikan informasi kesehatan kepada ibu melalui telepon seluler, hingga pemanfaatan data digital tersebut dalam layanan konseling kesehatan di Posyandu Cempaka 2 dan Puskesmas Narmada.

Pendekatan yang mengintegrasikan digitalisasi data, analisis berbasis AI, dan pemantauan kesehatan melalui dasbor digital dinilai memiliki potensi besar untuk mentransformasi layanan kesehatan primer di Indonesia. Selain meningkatkan efisiensi kerja tenaga kesehatan, sistem ini juga membuka peluang pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat berdasarkan data yang tersedia secara real time.

Para peneliti berharap hasil dan pembelajaran dari proyek ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan kesehatan digital yang lebih terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi, layanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pemantauan kesehatan sejak dini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wamenekraf: Industri Esports Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Ekraf Nasional

Wamenekraf: Industri Esports Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Ekraf Nasional

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.