Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Abadikan Momen Kebersamaan, Anak Panti Asuhan Temukan Makna Keluarga Lewat Foto

📅 Selasa, 14 Apr 2026, 16:30 WIB | Oleh:
  Abadikan Momen Kebersamaan, Anak Panti Asuhan Temukan Makna Keluarga Lewat Foto Doc: Fujifilm Indonesia
Ket. Adik-adik asuh di Panti Asuhan Nurul Iman Mentas menunjukkan hasil foto instax mereka dengan penuh kebanggaan, menampilkan momen kebersamaan yang baru saja mereka abadikan. Fujifilm Indonesia menggelar program “First Family Photo” di tiga panti asuhan Jakarta, mengajak anak-anak mengabadikan momen kebersamaan sebagai kenangan bermakna.

JAKARTA — Ramadan kembali menjadi momentum berbagi kebersamaan. Tahun ini, Fujifilm Indonesia melanjutkan program sosial “First Family Photo” dengan mengunjungi tiga panti asuhan di Jakarta. Program ini mengajak anak-anak mengabadikan momen bersama orang-orang yang mereka anggap sebagai keluarga melalui fotografi instan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas makna fotografi dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan visi global Fujifilm. Melalui kamera instax, anak-anak tidak hanya berfoto, tetapi juga diberi kebebasan menentukan dengan siapa mereka ingin berfoto dan momen apa yang ingin mereka simpan.

Selain sesi fotografi, Fujifilm Indonesia juga menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, serta makanan berbuka puasa kepada tiga panti asuhan, yakni Daarul Berkah Rahman, Nurul Iman Mentas, dan Aisyiyah Tahfidz Quran.

Program ini juga terhubung dengan inisiatif Instaxnesia melalui peluncuran artbook berjudul Instaxnesia: A Nation of Creative Expression. Buku tersebut merupakan hasil kolaborasi 35 kreator lintas bidang dari berbagai daerah di Indonesia. Seluruh hasil penjualannya didedikasikan untuk mendukung kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di panti asuhan.

Pengalaman Pertama yang Berkesan

Di Yayasan Panti Asuhan Daarul Berkah Rahman, Jagakarsa, suasana berubah meriah saat sesi foto dimulai. Anak-anak tampak antusias saat melihat hasil foto langsung tercetak dari kamera instax.

Bagi sebagian dari mereka, ini menjadi pengalaman pertama memegang kamera sekaligus memiliki foto hasil jepretan sendiri.

“Ini pengalaman pertama mereka bisa pegang kamera, foto bareng, dan langsung dapat hasilnya. Suatu saat ketika mereka berpisah, foto ini akan jadi kenangan,” ujar Annisa Novitasari, ibu asuh di yayasan tersebut.

Momen sederhana itu kemudian berkembang menjadi pengalaman yang lebih personal. Anak-anak mulai memilih dengan siapa mereka ingin berfoto, mulai dari teman dekat hingga orang tua asuh yang selama ini mendampingi keseharian mereka.

Foto sebagai Media Kenangan

Di Panti Asuhan Nurul Iman Mentas, Menteng Atas, kegiatan ini memiliki makna tersendiri. Dengan keterbatasan akses terhadap perangkat digital, foto fisik menjadi media utama untuk menyimpan kenangan.

“Foto itu kan jadi memori. Saya rasa anak-anak pasti akan simpan memori mereka hari ini sebagai kenang-kenangan ketika mereka sudah besar nanti,” kata Sekretaris Panti Asuhan Nurul Iman Mentas, Budi Sulistio.

Bagi anak-anak, satu lembar foto memiliki arti lebih dari sekadar gambar. Foto menjadi sesuatu yang dapat disentuh, disimpan, dan dilihat kembali kapan saja.

Seorang anak, Tahara (11), mengaku akan menempelkan foto yang ia dapatkan di dinding dekat tempat tidurnya. Sementara Ahmad Syacfuan (12) menyebut foto tersebut akan menjadi pengingat bahwa ia memiliki teman-teman yang saling peduli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Penjarahan Terjadi di Sejum...
Luar Negeri
Sedikitnya 19 Orang Tewas p...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.