Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peringatan Tsunami Dicabut Setelah Gempa M6,7 Menggucang Lepas Pantai Utara Jepang

📅 Jumat, 12 Des 2025, 13:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peringatan Tsunami Dicabut Setelah Gempa M6,7 Menggucang Lepas Pantai Utara Jepang Doc: Japan Times
Ket. Gempa bumi terjadi pada pukul 11:44 pagi hari Jumat (12/12) di lepas pantai Prefektur Aomori, Jepang

TOKYO - Gempa bumi dahsyat melanda lepas pantai utara Jepang pada hari Jumat (12/12), kata kantor meteorologi, beberapa hari setelah gempa besar mengguncang wilayah tersebut dan melukai setidaknya 50 orang.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) meningkatkan kekuatan gempa Jumat menjadi 6,7 magnitudo dan memperingatkan gelombang tsunami hingga satu meter (tiga kaki) dapat menghantam garis pantai Pasifik utara.

Pada akhirnya, gelombang setinggi hingga 20 sentimeter tercatat di pulau utama utara Hokkaido dan di wilayah Aomori, kata JMA, sebelum peringatan tsunami dicabut.

Stasiun televisi NHK mengatakan tidak ada perubahan yang jelas di kedua pelabuhan tempat gelombang menghantam.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) juga mengatakan bahwa gempa tersebut berkekuatan 6,7 dan berjarak 130 kilometer (81 mil) dari kota Kuji di prefektur Iwate di pulau utama Honshu.

NHK mengatakan tingkat guncangan lebih rendah daripada gempa yang lebih besar berkekuatan 7,5 pada Senin (8/12) malam, yang menyebabkan barang-barang berjatuhan dari rak, merusak jalan, memecahkan jendela, dan memicu gelombang tsunami hingga 70 sentimeter.

Setelah gempa tersebut, perintah evakuasi dikeluarkan pada hari Kamis untuk warga yang tinggal di dekat menara baja setinggi 70 meter yang rusak di Aomori, menurut media lokal, pihak berwenang menyebutkan menara berrisiko runtuh.

Otoritas Regulasi Nuklir mengatakan pada hari Jumat, tidak ada tanda-tanda anomali langsung di fasilitas nuklir di wilayah tersebut.

Setelah gempa hari Senin, JMA menerbitkan peringatan khusus yang jarang terjadi, memperingatkan bahwa gempa lain dengan ukuran serupa atau lebih besar mungkin terjadi dalam satu minggu ke depan.


Peringatan tersebut mencakup wilayah Sanriku di ujung timur laut pulau utama Jepang, Honshu, dan pulau utara Hokkaido, yang menghadap Samudra Pasifik.

Wilayah ini dihantui oleh kenangan gempa bawah laut dahsyat berkekuatan 9,0 skala Richter pada tahun 2011, yang memicu tsunami yang menewaskan sekitar 18.500 orang.

Pada Agustus 2024, JMA mengeluarkan peringatan khusus pertamanya, untuk bagian selatan pantai Pasifik Jepang, yang memperingatkan kemungkinan "gempa mega" di sepanjang Palung Nankai.

Palung bawah laut sepanjang 800 kilometer ini adalah tempat lempeng tektonik laut Filipina "menukik" — atau perlahan-lahan tergelincir — di bawah lempeng benua tempat Jepang berada.

Pemerintah telah menyatakan bahwa gempa di Palung Nankai dan tsunami yang menyertainya dapat menewaskan hingga 298.000 orang dan menyebabkan kerugian hingga $2 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.