Bank Mandiri Beri Kredit UMKM Rp74,9 Triliun, Gandeng Inacraft 2026 Dorong Produk Lokal
📅 Kamis, 05 Feb 2026, 10:35 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA - Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong percepatan pengembangan ekosistem UMKM kreatif nasional dari Sabang hingga Merauke. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup pembiayaan, pendampingan usaha, dan penguatan ekosistem keuangan.
Direktur Network & Retail Funding Bank Mandiri Jan Winston Tambunan menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Kontribusi UMKM dinilai signifikan dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Penguatan kapabilitas UMKM menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Melalui perluasan kesempatan kerja baru, UMKM diharapkan mampu menjadi fondasi ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
"Kami melihat penguatan ekosistem sebagai kunci agar UMKM mampu bertumbuh secara konsisten dan berdaya saing," kata Jan Winston di Jakarta, Rabu (4/2). Bank Mandiri menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas ekonomi kerakyatan.
Bank Mandiri secara konsisten melakukan pembinaan UMKM melalui program Rumah BUMN. Hingga kini, lebih dari 15.000 UMKM telah mendapatkan pendampingan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:

Dari jumlah tersebut, lebih dari 7.000 UMKM berhasil naik kelas. Capaian ini mencerminkan efektivitas program dalam meningkatkan kualitas usaha, akses pasar, serta daya saing UMKM binaan.
Selain pendampingan, Bank Mandiri juga memperluas akses pembiayaan bagi UMKM. Sepanjang Januari hingga November 2025, penyaluran kredit UMKM tercatat mencapai Rp74,9 triliun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dukungan layanan keuangan juga diperkuat melalui optimalisasi aplikasi Livin' Merchant. Layanan enhanced point of sales ini telah digunakan oleh lebih dari 3 juta pelaku usaha di seluruh Indonesia.
Komitmen pemberdayaan UMKM kreatif juga diwujudkan melalui kolaborasi dengan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI). Kerja sama ini diwujudkan lewat penyelenggaraan International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026.
Jan Winston menilai kolaborasi tersebut menjadi platform strategis penguatan kapasitas dan daya saing UMKM sektor kreatif. Pengembangan kreativitas berbasis kearifan lokal diharapkan mampu memperluas peluang ekspor produk kerajinan Indonesia.
"Kolaborasi ini mempertemukan kreativitas, nilai budaya, dan peluang usaha," ujarnya. Inisiatif ini dinilai selaras dengan komitmen membangun ekosistem UMKM terintegrasi.
Sepanjang 2025, lebih dari 2.500 tenant UMKM dari berbagai daerah berpartisipasi dalam Inacraft. Total kunjungan tercatat melampaui 140.000 pengunjung.
Capaian tersebut menegaskan potensi sektor kriya sebagai penggerak ekonomi kreatif nasional. Nilai tambah dan inklusivitas menjadi keunggulan utama sektor ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!