Gapki dan Forwatan Dorong Komunikasi Berbasis Data
📅 Jumat, 14 Agu 2026, 23:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA– Pemahaman publik terhadap industri kelapa sawit masih menghadapi tantangan karena informasi yang beredar sering tidak lengkap atau hanya muncul saat ada isu. Untuk menjawab itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) sepakat memperkuat sinergi dalam membangun komunikasi sawit yang lebih substantif, berkelanjutan, dan berbasis data.
Ketua Bidang Komunikasi GAPKI, Bandung Sahari, menegaskan bahwa industri sawit dan media memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan masyarakat menerima informasi yang utuh, bukan sepotong-sepotong.
“Kita harus melihat tantangan ini bersama-sama. Banyak hal yang harus diketahui publik tapi belum tersampaikan. Karena itu komunikasi tidak cukup hanya saat ada isu. Harus terus-menerus, dengan data yang lengkap, agar dampaknya signifikan untuk masyarakat dan bangsa,”ujar Bandung dalam Media Gathering Gapki & Forwatan di Jakarta, Jumat (14/8).
Menurut Bandung, masih banyak aspek industri sawit yang belum dipahami publik secara menyeluruh. Mulai dari kontribusi terhadap 20 juta petani, peran dalam devisa negara, upaya keberlanjutan, hingga tantangan di pasar global.
Agar pemahaman menjadi lebih utuh, GAPKI membuka ruang koordinasi bagi wartawan untuk mengakses data, informasi, dan narasumber dari industri. Tujuannya agar pemberitaan tidak hanya reaktif, tetapi juga kontekstual dan akurat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau data kita lengkap, informasi kita lengkap, dan kita saling berinteraksi secara intens, maka ke depan kita bisa menyampaikan hal yang substantif. Tepat sasaran,” katanya.
Ketua Umum Forum Wartawan Pertanian (Forwatan), Beledug Bantolo, menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai wartawan membutuhkan akses data yang kredibel agar bisa menjelaskan isu sawit secara berimbang.
“Hubungan baik yang selama ini kita bangun harus terus dijaga. Ruang komunikasi seperti ini penting agar kami bisa memahami persoalan secara lebih dalam, sebelum menyampaikan informasi ke publik,” ujar Beledug.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi GAPKI dan Forwatan, komunikasi yang kuat antara industri dan media adalah fondasi penting. Dengan informasi yang akurat, masyarakat dapat memahami industri sawit secara lebih objektif, termasuk tantangan dan kontribusinya bagi perekonomian nasional.
Ke depan, kedua pihak berkomitmen untuk terus membangun ekosistem informasi sawit yang terbuka. Tujuannya satu: memastikan masyarakat menerima informasi sawit yang utuh, bukan hanya saat ada isu, tapi sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan.
Filosofi Billiard
Pesan mengenai pentingnya membaca situasi dan membangun komunikasi secara tepat juga tercermin dari konsep kegiatan gathering yang berlangsung santai. Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah permainan billiard, yang kemudian menjadi cara Bandung menggambarkan pentingnya strategi dalam menghadapi sebuah tantangan.
Menurutnya, dalam permainan billiard, seorang pemain tidak dapat begitu saja melakukan tembakan. Pemain perlu terlebih dahulu melihat kondisi di sekitarnya, memahami posisi bola, memperhitungkan arah, dan menentukan strategi agar tembakan dapat mencapai sasaran.
“Untuk bisa memberikan satu tembakan itu harus dianalisa. Harus mengerti kondisi kanan dan kiri. Harus berstrategi,” ujar Bandung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!