Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bahaya Obesitas Mengintai, Dokter Ingatkan Jangan Menunggu Sampai Sakit

📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 00:05 WIB | Oleh:
Bahaya Obesitas Mengintai, Dokter Ingatkan Jangan Menunggu Sampai Sakit Doc: Antara foto
Ket. Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK dalam peluncuran Kampanye Edukasi mengenai Obesitas #BeraniBicaraBerat di Jakarta, Jumat (14/8).

JAKARTA - Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya penyakit untuk mulai menangani obesitas.

“Yang penting adalah jangan menunggu sakit dulu. Jangan berat badan bertambah terus, terus kolesterol naik, kolesterolnya dijadikan bahan obrolan. ‘Gue nggak kerasa apa-apa’. Itu akan menyebabkan nanti menjadi terlambat penanganannya,” kata Erwin dalam peluncuran Kampanye Edukasi mengenai Obesitas #BeraniBicaraBerat di Jakarta, Jumat.

Ia menyarankan masyarakat menerapkan tiga langkah untuk mengenali risiko obesitas, yakni AMATI, UKUR, dan BERTINDAK.

Pada langkah pertama, masyarakat perlu mengamati perubahan pada tubuh, termasuk ukuran pakaian yang mulai terasa sempit di bagian perut atau lengan.

“Kalau Anda tiba-tiba pakai baju, kok lengannya jadi sempit ya? Perutnya kok jadi sempit? Di kancing baju kok jadi sempit? Nah, itu harus hati-hati,” ujarnya.

Setelah itu, masyarakat perlu mengukur berat badan dan lingkar perut secara berkala untuk mengetahui adanya peningkatan risiko kesehatan.

Erwin mengatakan laki-laki dengan lingkar perut mencapai 90 sentimeter atau lebih dan perempuan dengan lingkar perut mencapai 80 sentimeter atau lebih perlu mewaspadai risiko obesitas sentral.

Batas tersebut juga digunakan dalam petunjuk teknis Cek Kesehatan Gratis Kementerian Kesehatan. Obesitas sentral menjadi salah satu kondisi yang perlu dievaluasi lebih lanjut terkait penyakit atau komplikasi yang berkaitan dengan obesitas.

Pada tahap berikutnya, masyarakat perlu bertindak dengan melakukan perubahan gaya hidup dan mencari informasi kesehatan dari sumber yang dapat dipercaya. Bila diperlukan, masyarakat juga dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Erwin mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis untuk melakukan pemeriksaan, termasuk mengetahui kondisi tekanan darah dan gula darah.

Program Cek Kesehatan Gratis pada 2026 juga difokuskan pada tindak lanjut hasil pemeriksaan bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan, sehingga skrining tidak berhenti pada proses pemeriksaan semata.

“Setelah itu semua, maka Anda harus bertindak,” kata Erwin.

Ia menambahkan penanganan obesitas perlu dilakukan sedini mungkin dan tidak perlu menunggu hingga muncul penyakit penyerta seperti diabetes atau gangguan metabolik lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.