Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua POJK Disiapkan, OJK Gaspol Kawal Bursa Mineral Mulai 2027

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 23:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dua POJK Disiapkan, OJK Gaspol Kawal Bursa Mineral Mulai 2027 Doc: ANTARA/ HO-Ist
Ket. Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

JAKARTA – Percepatan regulasi dan infrastruktur pendukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) menjadi fondasi penting agar bursa dapat beroperasi efektif mulai 1 Januari 2027.

OJK telah membentuk Satgas BMKS yang menyiapkan regulasi, kelembagaan, SDM, proses bisnis, anggaran, hingga teknologi informasi.

Dari sisi strategis, kesiapan tersebut menentukan apakah BMKS mampu menghadirkan transparansi transaksi, pembentukan harga yang lebih kredibel, dan pengawasan yang kuat.

Tantangannya adalah memastikan seluruh ekosistem siap secara bersamaan, sehingga bursa tidak hanya berdiri secara kelembagaan, tetapi benar-benar mampu meningkatkan tata kelola dan posisi tawar komoditas strategis Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan dua Peraturan OJK (POJK) serta infrastruktur pendukung menjelang Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan kedua regulasi tersebut masing-masing akan mengatur pentahapan peralihan perdagangan serta tata pengaturan penyelenggaraan BMKS.

“Yang pertama POJK nanti akan pentahapan peralihannya kepada BMKS ini untuk perdagangan mineral dan komoditas strategis tadi. Yang kedua adalah POJK tata pengaturannya. Itu kami siapkan,” kata Friderica dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8).

Menurut dia, OJK sedang menyelesaikan ketentuan yang diperlukan untuk penyelenggaraan BMKS, termasuk aturan mengenai pentahapan peralihan perdagangan. Penyelesaian regulasi tersebut ditargetkan paling lambat 17 September 2026.

Selain regulasi, OJK menyiapkan struktur organisasi, sumber daya manusia, anggaran, serta berbagai unsur ekosistem perdagangan yang dibutuhkan sebelum bursa beroperasi.

Friderica mengatakan persiapan tersebut mencakup penyelenggara bursa dan lembaga kliring serta ekosistem pendukung seperti pergudangan, pemeriksaan kualitas komoditas, dan verifikasi keberadaan barang yang diperdagangkan.

OJK bersama pemangku kepentingan terkait juga telah melakukan simulasi terhadap sistem bursa yang dipersiapkan untuk BMKS.

“Siapa yang akan menjadi bursanya, siapa yang akan menjadi lembaga kliring, kemudian kayak KPEI-KSEI-nya di pasar modal itu juga sudah kita siapkan semua. Terus kemudian yang penting tuh ekosistemnya juga udah siap belum masuk ke BMKS ini,” ujar dia.

​​​​​​​Sementara itu, jenis mineral dan komoditas strategis yang akan diperdagangkan melalui BMKS belum diumumkan karena penetapannya akan dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres).

“Sedangkan untuk jenis-jenis mineral strategis, mineral dan juga komoditas strategis akan ditetapkan dalam Perpres,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Nasional
KPK Periksa Pejabat Bulog, ...
Nasional
Viral Kapal Pesiar Berlogo ...
Nasional
Bahaya Obesitas Mengintai, ...
Nasional
Viral Modus Foto AI, Pria M...

Korban Tewas Tembus 2.100, Ebola Kongo Meluas ke Provinsi Keenam

36 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Korban Tewas Tembus 2.100, ...
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.