Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Faktor Tren, Pembatasan Pertalite jadi Momentum Beralih ke Motor Listrik

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 16:55 WIB | Oleh:
Bukan Faktor Tren, Pembatasan Pertalite jadi Momentum Beralih ke Motor Listrik Doc: ANTARA/Abdan Syakura
Ket. Pramuniaga memeriksa kelengkapan motor listrik di sebuah dealer di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) Budi Setiyadi mengatakan kebijakan pemerintah untuk menata kembali penyaluran Pertalite menjadi momentum untuk mempercepat peralihan masyarakat menuju kendaraan yang lebih efisien dan rendah emisi.

Menurut dia, pemerintah dan industri memiliki peluang mendorong perubahan pola konsumsi energi melalui kendaraan listrik, sehingga pengaturan ini tidak hanya dipandang sebagai upaya memperbaiki penyaluran subsidi semata.

“Penataan subsidi menjadi momentum yang tepat untuk memperluas pilihan masyarakat. Kalau masyarakat memiliki kendaraan yang lebih efisien untuk kebutuhan sehari-hari, ketergantungan terhadap BBM juga dapat berkurang,” kata Budi melalui keterangannya diterima dan dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat.

Potensi tersebut, cukup besar mengingat jumlah sepeda motor di Indonesia mencapai sekitar 139,45 juta unit berdasarkan data BPS 2025.

Dengan populasi yang masif, elektrifikasi kendaraan roda dua dinilai dapat memberikan dampak terhadap konsumsi BBM sekaligus emisi.

Kementerian ESDM, pada 2022, memperkirakan penggunaan 900 ribu sepeda motor listrik dapat mengurangi konsumsi BBM sekitar 320 juta liter per tahun dan menekan kompensasi Pertalite sekitar Rp480 miliar.

Di sisi lain, pengguna juga berpotensi menghemat biaya BBM sekitar Rp2,68 juta per tahun. Namun, percepatan elektrifikasi tidak cukup hanya mengandalkan perubahan kebijakan BBM.

AISMOLI menilai ketersediaan produk yang aman dan berkualitas, harga kompetitif, suku cadang, layanan purnajual, infrastruktur pengisian dan penukaran baterai, serta perlindungan konsumen menjadi faktor penting.

Penguatan industri nasional juga perlu berjalan beriringan, melalui peningkatan penggunaan komponen dalam negeri dan pengembangan pemasok lokal.

Dengan demikian, peralihan menuju motor listrik bukan sekadar perubahan teknologi kendaraan, tetapi bagian dari upaya membangun mobilitas yang lebih efisien sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap BBM.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan motor listrik nasional (MOLINAS) buatan dalam negeri beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8). Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Mulai September, Spotify Munculkan Lencana “AI Persona” untuk Tandai Identitas Artis Berbasis AI

Mulai September, Spotify Munculkan Lencana “AI Persona” untuk Tandai Identitas Artis Berbasis AI

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.