Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Main-Main Cegah Stunting, Pemkab Bangkalan Optimalkan Komunitas Ini dan Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu

📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 00:04 WIB | Oleh:
Tak Main-Main Cegah Stunting, Pemkab Bangkalan Optimalkan Komunitas Ini dan Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu Doc: Antara foto/HO-Pemkab Bangkalan
Ket. TP PKK Bangkalan foto bersama dengan para kader posyandu pada acara pelatihan cegah stunting dan peluncuran program Komunitas Cegah Stunting.

BANGKALAN - Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur terus berupaya mencegah stunting melalui program Komunitas Cegah Stunting (KCS) dan peningkatan kapasitas kader posyandu.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bangkalan Luthfiana Lukman Hakim di Bangkalan, Jumat, mengatakan, gerakan mencegah stunting perlu digencarkan, karena angka kasus tersebut masih tergolong tinggi.

"Karena itu, perlu ada upaya sistematis, terarah dan terukur yang perlu kami lakukan untuk mencegah penyebaran kasus stunting di kabupaten ini," katanya.

Ia menjelaskan, prevalensi stunting di Kabupaten Bangkalan berada pada angka 17,6 persen, sesuai dengan data laporan terbaru Dinas Kesehatan Pemkab Bangkalan.

Angka ini menurun dibanding tahun 2022 yang mencapai 26,2 persen, meskipun dibanding rata-rata nasional masih lebih rendah, yakni 19,8 persen.

"Karena itu program KCS dan peningkatan kapasitas kader posyandu kami lakukan, guna terus menekan stunting. Target kami di Bangkalan prevalensi stunting hingga akhir 2026 nanti adalah 14,84 persen," katanya.

Menurut Ketua TP PKK Bangkalan Luthfiana Lukman Hakim, program tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Danone Indonesia, serta Studi dan Pemberdayaan Keswadayaan Rakyat (SPEKTRA).

Kegiatan difokuskan pada peningkatan kemampuan kader dalam pengukuran antropometri, edukasi gizi seimbang, serta pemahaman sistem rujukan untuk mendukung penanganan stunting secara tepat.

"Melalui program ini saya berharap para kader tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan semangat untuk menerapkan ilmu di desa masing-masing. Kader harus mampu menjadi agen perubahan bagi masyarakat. Bersama-sama kita bergerak dari komunitas untuk keluarga, dan dari keluarga untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Ia menekankan, kader posyandu memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat. Dengan kemampuan yang semakin baik, kader diharapkan mampu mengenali potensi masalah pertumbuhan anak lebih awal sekaligus memberikan edukasi yang tepat kepada orang tua.

"Kita ingin kader semakin percaya diri dalam menjalankan tugasnya. Mulai dari melakukan pengukuran dengan benar, menyampaikan edukasi gizi kepada keluarga, hingga memastikan ketika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, masyarakat mendapatkan rujukan yang tepat," katanya.

Pemkab Bangkalan berharap kolaborasi melalui Program KCS ini dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem pencegahan stunting di tingkat desa.

Dengan kader yang semakin terampil, masyarakat diharapkan memiliki akses terhadap edukasi dan deteksi dini yang lebih baik. Pada akhirnya, penguatan kapasitas kader diharapkan mampu mendukung percepatan penurunan stunting sekaligus mewujudkan generasi Bangkalan yang sehat, tumbuh optimal, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Nasional
KPK Periksa Pejabat Bulog, ...
Nasional
Viral Kapal Pesiar Berlogo ...
Nasional
Bahaya Obesitas Mengintai, ...
Nasional
Viral Modus Foto AI, Pria M...

Korban Tewas Tembus 2.100, Ebola Kongo Meluas ke Provinsi Keenam

37 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Korban Tewas Tembus 2.100, ...
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.