Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korban Tewas Tembus 2.100, Ebola Kongo Meluas ke Provinsi Keenam

📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Korban Tewas Tembus 2.100, Ebola Kongo Meluas ke Provinsi Keenam Doc: Istimewa
Ket. Dengan bertambahnya Bas-Uele sebagai provinsi keenam yang terdampak, otoritas kesehatan kini menghadapi tantangan untuk menghentikan penyebaran virus sebelum muncul rantai penularan baru di wilayah lain.

BUTA - Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo atau DR Kongo meluas ke provinsi keenam. Pemerintah Kongo pada Jumat, 14 Agustus 2026, mengonfirmasi kasus Ebola di Bas-Uele, wilayah yang sebelumnya belum terdampak wabah kali ini.

Dari Al Jazeera, kasus tersebut ditemukan di Buta, ibu kota Provinsi Bas-Uele. Seorang pria dilaporkan meninggal setelah melakukan perjalanan dari Isiro di Provinsi Haut-Uele menuju Buta.

Direktur Jenderal Africa Centres for Disease Control and Prevention atau Africa CDC, Jean Kaseya, mengatakan kematian tersebut menandai penyebaran wabah ke wilayah baru. Otoritas kesehatan kini melacak orang-orang yang melakukan kontak dengan korban untuk mengetahui kemungkinan penularan lebih lanjut.

Data pemerintah Kongo per 14 Agustus menunjukkan jumlah kasus Ebola yang telah dikonfirmasi mencapai 4.665, dengan 2.184 kematian. Angka tersebut terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pada 11 Agustus, pemerintah sebelumnya mencatat 4.449 kasus dan 2.061 kematian.

Wabah ini disebabkan virus Ebola jenis Bundibugyo, varian yang relatif jarang dan berbeda dari jenis Ebola yang lebih banyak menjadi perhatian dalam wabah-wabah sebelumnya.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperingatkan bahwa wabah kali ini berkembang sangat cepat. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan laju penyebaran saat ini membuat wabah tersebut berpotensi melampaui wabah Ebola paling mematikan yang pernah tercatat, yakni wabah Afrika Barat pada 2014 hingga 2016 yang menewaskan lebih dari 11.000 orang.

Tedros mengatakan respons kesehatan saat ini masih tertinggal dibandingkan penyebaran virus.

“Wabah ini memiliki keunggulan waktu yang besar. Virus masih jauh di depan kita dan kita sedang berusaha mengejarnya.”

WHO memperkirakan puncak wabah dapat terjadi dalam sekitar enam bulan dalam skenario moderat. Namun, dalam skenario yang lebih buruk, wabah dapat berlangsung hingga sembilan sampai 12 bulan.

Sebagian besar kasus dan kematian masih terkonsentrasi di Provinsi Ituri. Namun, penyebaran ke Bas-Uele menunjukkan wilayah terdampak terus bertambah.

Upaya pelacakan kontak juga menghadapi kendala. Banyak kasus baru muncul di luar jaringan kontak yang sebelumnya sudah diketahui petugas kesehatan. Kondisi ini menyulitkan otoritas untuk mengetahui rantai penularan secara lengkap.

Respons di lapangan turut terhambat konflik bersenjata, buruknya infrastruktur, keterbatasan fasilitas kesehatan, informasi keliru mengenai Ebola, serta masalah pembayaran bagi sebagian tenaga kesehatan.

Bundibugyo juga menjadi tantangan tersendiri karena hingga kini belum tersedia vaksin atau pengobatan yang telah disetujui secara khusus untuk varian tersebut. Sejumlah kandidat vaksin dan terapi sedang menjalani uji klinis di tengah berlangsungnya wabah.

Wabah Ebola kali ini secara resmi diumumkan pada Mei 2026. WHO kemudian menetapkannya sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Wamenkes Tegaskan Influenza A Tidak Berbahaya

17 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Wamenkes Tegaskan Influenza...

Janice Tjen Melaju ke Babak Kedua China Open 2026

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Melaju ke Babak...
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.