Tips Negosiasi Gaji dari Jobstreet: 5 Langkah Minta Hak Sesuai
📅 Kamis, 13 Agu 2026, 12:05 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Memaknai bulan Kemerdekaan Indonesia tidak hanya berkaitan dengan mengibarkan bendera atau mengikuti berbagai perlombaan. Bagi talenta modern, kemerdekaan juga dapat dimaknai secara lebih personal, termasuk memiliki kebebasan dalam menentukan nilai profesional dan memperoleh hak finansial yang sesuai dengan kontribusi di dunia kerja.
Persoalan kompensasi masih menjadi tantangan bagi banyak pencari kerja ketika memasuki proses rekrutmen. Mulai dari tawaran gaji yang berada di bawah rata-rata industri, ketimpangan kompensasi berdasarkan gender maupun peran, hingga waktu yang terbuang dalam rangkaian wawancara panjang dapat terjadi ketika kandidat tidak memiliki informasi yang cukup mengenai nilai pasar pekerjaannya.
Kondisi tersebut membuat pencari kerja perlu lebih aktif mengambil kendali atas perjalanan karier. Jobstreet by SEEK menilai pemahaman terhadap data pasar kerja dapat menjadi salah satu modal penting untuk membantu kandidat menghadapi proses rekrutmen dan negosiasi kompensasi secara lebih percaya diri.
Berikut lima langkah yang dapat dilakukan pencari kerja untuk memperkuat daya tawar dan menghindari ketimpangan gaji.
1. Pahami Benchmark Pasar Secara Realistis
Sebaiknya Anda baca juga:
Negosiasi gaji yang tidak optimal sering kali terjadi karena kandidat tidak memiliki data objektif mengenai kompensasi yang berlaku. Mengandalkan informasi dari teman, media sosial, atau forum anonim berisiko membuat seseorang menetapkan ekspektasi terlalu tinggi atau justru menerima tawaran di bawah nilai pasar.
Karena itu, pencari kerja perlu mencari informasi mengenai rentang gaji berdasarkan posisi, tingkat pengalaman, industri, serta lokasi pekerjaan yang dituju. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan ekspektasi secara lebih rasional sebelum memasuki proses wawancara.
2. Hindari Siklus Rekrutmen yang Tidak Sesuai Ekspektasi
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak sedikit kandidat yang harus melewati empat hingga lima tahap wawancara, mengerjakan studi kasus, hingga menghabiskan waktu dan tenaga sebelum akhirnya mengetahui bahwa kompensasi yang ditawarkan tidak sesuai dengan kebutuhan maupun ekspektasi. Kondisi ini dapat menciptakan wasted interview cycle yang membuat proses pencarian kerja menjadi kurang efisien.
Dengan mengetahui benchmark gaji sejak awal, kandidat dapat melakukan self-screening terhadap posisi yang akan dilamar. Ketika perusahaan membuka pembicaraan mengenai kompensasi lebih awal, kandidat juga telah memiliki batas bawah atau bottom-line yang lebih rasional untuk dipertahankan.
3. Dorong Transparansi untuk Mengurangi Ketimpangan Gaji
Ketimpangan kompensasi masih menjadi salah satu tantangan di dunia kerja. Dua orang dengan kualifikasi, tanggung jawab, dan beban kerja yang relatif setara dapat memperoleh penawaran berbeda karena faktor latar belakang maupun riwayat gaji sebelumnya.
Transparansi data kompensasi dapat membantu mengurangi persoalan tersebut. Dengan mengetahui standar gaji berdasarkan nilai kompetensi dan kondisi pasar, perusahaan memiliki dorongan lebih besar untuk menyusun penawaran yang adil dan berbasis merit.
4. Manfaatkan Fitur Jelajah Gaji Jobstreet
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!