Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pesan Menyentuh Eks Menlu Retno Marsudi Tentang Rupiah

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 23:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pesan Menyentuh Eks Menlu Retno Marsudi Tentang Rupiah Doc: ANTARA/Fitra Ashari.
Ket. Mantan Menlu Retno Marsudi menjadi pembicara dalam diskusi Rupiah untuk Indonesia Berdaulat di Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026, di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

JAKARTA – Cinta Rupiah bukan sekadar rasa bangga terhadap mata uang nasional, tetapi diwujudkan melalui mengenali, merawat, dan menjaga Rupiah.

Sikap ini penting karena kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah turut menopang kedaulatan dan stabilitas ekonomi. Karena itu, mencintai Rupiah juga berarti menggunakannya secara bijak, menjaga fisiknya, serta memahami fungsi dan perannya dalam perekonomian.

Mantan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan kecintaan terhadap rupiah dapat menjadi wujud nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional yang juga sebagai cerminan masyarakat yang menjaga kedaulatan negara melalui kekuatan ekonomi.

Retno Marsudi menekankan dinamika global saat ini membuat ketahanan atau resiliensi menjadi semakin penting bagi sebuah negara. Dalam konteks tersebut, ketahanan ekonomi menjadi salah satu unsur yang menentukan kemampuan Indonesia mempertahankan kedaulatannya.

“Kedaulatan rupiah dan rasa cinta kita kepada rupiah artinya adalah bahwa kita memiliki ruang yang cukup untuk menentukan kepentingan ekonomi kita tanpa tergantung secara berlebihan kepada pihak lain,” katanya dalam diskusi berjudul Rupiah untuk Indonesia Berdaulat di Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026, di Jakarta, Jumat (14/8).

Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air ini mengatakan kecintaan terhadap rupiah dapat diwujudkan melalui penggunaan rupiah dalam transaksi sehari-hari.

Terlebih apabila uang yang dibelanjakan digunakan untuk membeli produk-produk dalam negeri, sehingga turut memperkuat aktivitas ekonomi nasional.

Retno menegaskan.mencintai rupiah bukan berarti Indonesia harus menutup diri dari dunia internasional. Indonesia tetap perlu berinteraksi dan bekerja sama dengan negara lain, namun harus memiliki kapasitas untuk memilih dan mengambil kebijakan berdasarkan kepentingan nasional.

Menurut dia, penguatan posisi rupiah juga terus dilakukan melalui kerja sama, termasuk dengan Bank Indonesia, agar rupiah semakin dapat digunakan dalam transaksi lintas negara, khususnya di kawasan ASEAN.

Kemudahan transaksi menggunakan QRIS di sejumlah negara, kata Retno, menjadi salah satu contoh bagaimana rupiah dan sistem pembayaran Indonesia dapat berkembang menjadi bagian dari kekuatan ekonomi nasional.

“Rupiah selain sebagai identitas, juga sebagai sebuah kekuatan untuk membangun ekonomi kita,” katanya.

Retno menambahkan kecintaan masyarakat terhadap rupiah juga harus dibangun melalui kepercayaan. Kepercayaan tersebut, menurut dia, tumbuh ketika kebijakan dan aksi pemerintah memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Karena itu, Retno mengajak masyarakat memperkuat kecintaan terhadap rupiah melalui tindakan sederhana, seperti bertransaksi secara bijak, menjaga kondisi fisik uang, serta tidak memalsukan rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Nasional
Viral Modus Foto AI, Pria M...

Korban Tewas Tembus 2.100, Ebola Kongo Meluas ke Provinsi Keenam

14 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Korban Tewas Tembus 2.100, ...
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.