Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fesyen Wastra Berbasis Komunitas Tembus ke Pasar Malaysia dan Singapura

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 11:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Fesyen Wastra Berbasis Komunitas Tembus ke Pasar Malaysia dan Singapura Doc: Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Wakil Menekraf/Badan Ekraf Irene Umar (kanan) berdialog dengan CEO sekaligus Founder PT Folkacommunal Kreasi Sukaria Sara Tobing (kiri) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Senin (10/8/2026).

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar mendukung gelaran festival fesyen wastra berbasis komunitas ke pasar regional di Malaysia dan Singapura.

Irene mengatakan festival yang dibawa platform lokal Folkacommunal ini akan meningkatkan kesadaran publik, sehingga pasar wastra dari jenama lokal tidak hanya di Indonesia, namun meluas ke wilayah regional Asia Tenggara.

"Tentu, ini perlu kolaborasi, dengan KBRI di sana (Malaysia-Singapura), media, pelajar, komunitas yang sudah ada. Kuncinya kerja sama. Kita meningkatkan public awareness, sehingga market kita tidak hanya Indonesia, tetapi Singapura dan Malaysia," kata Irene dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Irene mengatakan pemerintah mendukung rencana Folkacommunal menghadirkan tiga ajang fesyen berbasis komunitas di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan Pesta Folka pada 29-30 Agustus di Jakarta, dilanjutkan Pesta Folka pada 23-25 Oktober di Singapura, serta Sukaria Market pada 23-25 Oktober di Malaysia.

Dukungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem subsektor desain, fesyen, dan kriya berbasis komunitas.

Pesta Folka merupakan festival yang mengangkat semangat dan budaya nusantara dengan kemasan yang lebih segar dan relevan bagi generasi muda.

Sukaria Market merupakan gelaran yang memadukan brand lokal, aktivitas kreatif, dan pengalaman tematik yang dirancang untuk menarik minat generasi muda, khususnya generasi Z.

Irene menyarankan dalam gelaran tersebut, dapat dilakukan pengenalan kebaya melalui cara seperti cosplayer, sehingga memberi ruang pada pengunjung untuk mengetahui kebaya dan cara memadu padankan yang sesuai dengan gaya generasi muda.

"Kalau cosplay itu dari Jepang, kita bikin misalnya Kebaya Play atau apa namanya silahkan. Ceritakan kebayanya seperti apa. Ini bagus karena memberikan ruang orang yang ingin dress up menjadi sebuah community based, orang butuh itu. Kalau komunitasnya sudah kuat itu nilai penting untuk sebuah event," jelasnya.

Sementara itu, CEO sekaligus Founder PT Folkacommunal Kreasi Sukaria Sara Tobing mengungkapkan melalui kolaborasi lintas negara, perluasan pasar, dan kemitraan strategis, pihaknya ingin menciptakan peluang baru bagi brand lokal sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

Melalui tiga IP yaitu, Sukaria Market, Pesta Folka dan Trinkieland, Sara mengatakan ingin memberikan pengalaman baru mengenal ekonomi kreatif Indonesia melalui feel, experience dan connection.

"Kita juga ingin memperkenalkan wastra Indonesia seperti kebaya kepada gen Z. Membantu mereka juga mencarikan style yang cocok seperti apa. Kita ingin mereka pede (percaya diri) menggunakan wastra Indonesia. Dan tahun ini kita mencoba go internasional," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Megapolitan
Tol Kataraja Perkuat Koneks...
Megapolitan
Warga Perlu Diedukasi Hadap...
Luar Negeri
Trump Ancam Bombardier Kana...
Megapolitan
Kodam Jaya Gunakan 147 Wate...
Daerah
Dinkes: Kasus ISPA di Banda...
Olahraga
Kejutan, Ada Tiga Ganda Cam...
Advertisement
Kapal Jurnalis Hilang Kontak di Sekitar Anak Krakatau, Pemilik Ungkap Kondisi Sebelum Berangkat

Kapal Jurnalis Hilang Kontak di Sekitar Anak Krakatau, Pemilik Ungkap Kondisi Sebelum Berangkat

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.