Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Turun Drastis! Dana Desa Papua Tengah Kini Hanya Rp535 Miliar, Ada Apa?

📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 00:06 WIB | Oleh:
Turun Drastis! Dana Desa Papua Tengah Kini Hanya Rp535 Miliar, Ada Apa? Doc: Antara foto/HO-Humas Pemprov Papua Tengah
Ket. Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa saat memaparkan dana desa pada Rapat Koordinasi Terpadu, di Ilaga, Kabupaten Puncak, Jumat (14/8).

NABIRE - Dana Desa untuk delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah mengalami tren penurunan dalam tiga tahun terakhir, dari Rp1,27 triliun pada 2024, Rp1,089 triliun pada 2025, dan menjadi Rp535,21 miliar pada 2026.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dalam keterangan tertulis yang diterima di Nabire, Jumat, mengatakan perubahan alokasi Dana Desa tersebut merupakan dinamika kebijakan penganggaran pemerintah pusat yang dapat menyebabkan pagu dana desa naik maupun turun.

"Pada tahun 2025, dari delapan kabupaten, tiga kabupaten mengalami kenaikan dan lima kabupaten mengalami penurunan pagu dibandingkan tahun 2024. Ini hal yang biasa dalam penganggaran negara," kata Meki, saat memimpin Rapat Koordinasi Terpadu di Ilaga, Kabupaten Puncak.

Ia mengatakan, meski Dana Desa di Papua Tengah turun dari Rp1,268 triliun pada 2024 menjadi Rp1,089 triliun pada 2025, namun tidak semua kabupaten mengalami penurunan Dana Desa.

Pada 2025, tiga kabupaten mengalami kenaikan alokasi, yakni Mimika, Intan Jaya, dan Deiyai. Lima kabupaten lainnya, yaitu Nabire, Puncak Jaya, Puncak, Paniai, dan Dogiyai, mengalami penurunan dibandingkan 2024.

Namun pada tahun 2026, Dana Desa menurun lebih drastis dan semua kabupaten mengalami penurunan setelah pemerintah memberlakukan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Ia menyebut total Dana Desa Papua Tengah pada 2026 hanya Rp535,2 miliar, turun sekitar Rp554,1 miliar dibandingkan alokasi 2025 yang mencapai Rp1,089 triliun.

Penurunan terbesar terjadi di Kabupaten Puncak Jaya, yaitu sebesar Rp127,2 miliar, dari Rp275,5 miliar (2025) menjadi Rp148,2 miliar (2026).

Disusul Paniai turun Rp85,6 miliar, dari Rp178,6 miliar (2025) menjadi Rp92,9 miliar (2026), dan Puncak turun Rp82,5 miliar, dari Rp185,7 miliar menjadi Rp103,1 miliar.

Selanjutnya, Mimika mengalami penurunan Rp69,2 miliar, dari Rp130,1 miliar (2025) menjadi Rp60,9 miliar (2026).

Intan Jaya turun Rp45,5 miliar, dari Rp97,6 miliar menjadi Rp52,1 miliar. Dogiyai turun Rp45,4 miliar, dari Rp84,1 miliar menjadi Rp38,6 miliar.

Sedangkan Kabupaten Nabire turun Rp42,63 miliar, dari Rp73,7 miliar menjadi Rp31,1 miliar; dan Deiyai turun Rp26,9 miliar, dari Rp63,7 miliar menjadi Rp36,8 miliar.

Menurut Meki, penurunan alokasi pada 2026 berkaitan dengan ketentuan Pasal 15 ayat (3) PMK Nomor 7 Tahun 2026.

"Artinya, dari setiap Rp1 miliar pagu desa, hanya tersisa sekitar Rp419,7 juta untuk Dana Desa reguler pembangunan fisik dan pelayanan dasar," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Nasional
KPK Periksa Pejabat Bulog, ...
Nasional
Viral Kapal Pesiar Berlogo ...
Nasional
Bahaya Obesitas Mengintai, ...
Nasional
Viral Modus Foto AI, Pria M...

Korban Tewas Tembus 2.100, Ebola Kongo Meluas ke Provinsi Keenam

36 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Korban Tewas Tembus 2.100, ...
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.