Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bappenas Dorong Belanja Negara Lebih Produktif Lewat Danantara dan MBG

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 17:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bappenas Dorong Belanja Negara Lebih Produktif Lewat Danantara dan MBG Doc: Antara
Ket. Siswa menunjukan paket makanan menu kuliner nusantara untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Tanjunganom 3, Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (8/1).

Jakarta - Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Eka Chandra Buana mengatakan transformasi belanja negara diarahkan kepada program seperti Danantara dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Transformasi belanja negara diarahkan kepada program leverage effect (daya ungkit) tinggi seperti Danantara dan MBG agar belanja fiskal tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga bisa menghasilkan dampak ekonomi sosial yang terukur,” ucapnya dalam Diskusi Publik "Realokasi Anggaran untuk Pembangunan Strategis via Danantara & MBG” yang diadakan Indef secara virtual di Jakarta, Kamis (8/1).

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, Danantara dan program MBG disebut menjadi flagship dalam pendidikan.

Sebagai salah satu instrumen pembiayaan strategis, Danantara mendorong investasi pada sektor kualitas dengan efek berganda dan memberikan dampak tak langsung (multiplier and spillover effect) yang tinggi. Danantara dinilai berperan untuk melengkapi dan memperkuat efektivitas kebijakan fiskal melalui pendekatan investasi yang produktif.

Adapun MBG yang menjadi salah satu bentuk investasi sumber daya manusia (SDM) lintas generasi, secara langsung akan meningkatkan status gizi anak. Namun, katanya, memang dampak ekonomi akan terealisasi dalam jangka menengah panjang melalui peningkatan kemampuan belajar, produktivitas, dan pendapatan sepanjang siklus hidup tersebut.

Karena itu, realokasi anggaran dianggap menjadi instrumen kebijakan yang sangat krusial.

“Dalam memastikan realokasi tersebut, optimalisasi Danantara dan MBG benar-benar harus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga diperlukan alat analisis yang mampu melihat lintas generasi. Di sinilah yang kalau kita lihat Overlapping Generation (OG) Model untuk Indonesia, menjadi sangat relevan,” kata dia.

Model ini disebut dapat menganalisis kebijakan (termasuk realokasi anggaran), pembiayaan investasi, dan program bisnis yang akan mempengaruhi generasi yang sedang produktif (memasuki pasar kerja), serta bagaimana implikasi fiskal dalam ekonomi jangka panjang.

Di konteks MBG, OG Model dinilai membantu untuk mengevaluasi peningkatan belajar gizi saat ini bisa berdampak pada akumulasi modal manusia, produktivitas tenaga kerja, serta peningkatan basis penguatan jangka panjang.

Adapun dalam konteks Danantara, OG bisa digunakan untuk menilai bagaimana investasi strategis yang dilakukan hari ini bisa mempengaruhi akumulasi modal, pertumbuhan output, dan keseimbangan antar-generasi, termasuk risiko dan manfaat distribusi.

“Dengan pendekatan ini tentu saja kebijakan fiskal tidak lagi dinilainya dalam jangka pendek terhadap defisit atau pertumbuhan, tapi bagaimana itu dampaknya terhadap keberlanjutan antar-generasi,” ungkap Eka Chandra.

Mengacu simulasi OG Model, optimalisasi Danantara disebut perlu diarahkan pada investasi yang meningkatkan produktivitas faktor produksi jangka panjang, memperluas kapasitas ekonomi generasi mendatang, serta menghasilkan return guna menopang keberlanjutan fiskal.

Sementara itu, optimalisasi MBG itu bisa dipandang sebagai investasi awal dalam siklus hidup manusia; integrasi MBG dengan sektor pangan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dan ekonomi lokal akan memperbesar dampak ekonomi jangka pendek, sekaligus meningkatkan kualitas SDM dalam jangka panjang.

Karena itu, pihaknya mengharapkan optimalisasi kebijakan berbasis OG Model bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, meningkatkan kualitas SDM lintas generasi, serta sistem fiskal yang lebih adil dan resilien dalam jangka panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
UEA Tolak Tuduhan Kirim Dan...

Apakah AS Siap Berperang dengan Tiongkok?

58 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Apakah AS Siap Berperang de...
Nasional
IDAI Ingatkan Risiko Gadget...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.