Ekosistem Pendidikan Jakarta Dimantapkan demi SDM Global
📅 Kamis, 30 Jul 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul menyambut kota global, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, riset, dan inovasi. Langkah ini ditempuh melalui pembentukan Jakarta Education and Innovation Center. Tujuannya, untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang mampu melahirkan talenta unggul, inovatif, dan solutif atas berbagai tantangan perkotaan.
“Pembentukan Jakarta Education and Innovation Center menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha, dan mitra internasional,” ujar Gubernur Jakarta Pramono Anung. Dia mengatakan ini saat membuka Focus Group Discussion (FGD) on the Establishment of the Jakarta Education and Innovation Center di Balai Kota, Jakarta, Rabu.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan perkotaan sekaligus meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat global. “Jakarta memiliki tantangan sekaligus potensi yang sangat besar. Karena itu, kami ingin menjadikan Jakarta sebagai tempat lahirnya riset dan inovasi yang mampu menjawab persoalan perkotaan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Pramono.
Gubernur menilai keberagaman masyarakat, dinamika ekonomi, serta kompleksitas persoalan perkotaan menjadikan Jakarta sebagai living laboratory yang ideal bagi pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi. Maka, investasi dalam bidang pendidikan dan riset merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global.
Diskusi kelompok itu diadakan sebagai tindak lanjut pembahasan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jakarta, Georgetown University, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengenai penguatan ekosistem pendidikan tinggi dan riset di Jakarta. Sebelumnya, AT Kearney bersama Georgetown University juga berdiskusi dengan Danantara untuk merumuskan skema insentif yang dapat meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai lokasi pendirian perguruan tinggi bertaraf internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui forum tersebut, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan mengenai model kelembagaan, tata kelola, kemitraan internasional, dukungan regulasi, serta roadmap implementasi Jakarta Education and Innovation Center. Seluruh hasil diskusi tersebut akan ditindaklanjuti oleh Bappeda Jakarta sebagai salah satu acuan dalam penyusunan kebijakan dan rencana implementasi program.
FGD tersebut dihadiri oleh perwakilan berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional. Mereka adalah dari Massachusetts Institute of Technology, Stanford University, Georgetown University, Seoul National University, Nanyang Technological University, Peking University, Brown University, dan The London School of Economics and Political Science. Ada juga Monash University Indonesia, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Negeri Jakarta.
Selain itu, ada pula perwakilan World Bank, Asian Development Bank, AT Kearney, serta sejumlah kementerian yang memberikan masukan strategis bagi pengembangan Jakarta Education and Innovation Center.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!