Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekosistem Pendidikan Jakarta Dimantapkan demi SDM Global

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekosistem Pendidikan Jakarta Dimantapkan demi SDM Global Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Focus Group Discussion (FGD) on the Establishment of the Jakarta Education and Innovation Center di Balai Kota, Jakarta, Rabu (29/7).

JAKARTA - Untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul menyambut kota global, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, riset, dan inovasi. Langkah ini ditempuh melalui pembentukan Jakarta Education and Innovation Center. Tujuannya, untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang mampu melahirkan talenta unggul, inovatif, dan solutif atas berbagai tantangan perkotaan.

“Pembentukan Jakarta Education and Innovation Center menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha, dan mitra internasional,” ujar Gubernur Jakarta Pramono Anung. Dia mengatakan ini saat membuka Focus Group Discussion (FGD) on the Establishment of the Jakarta Education and Innovation Center di Balai Kota, Jakarta, Rabu.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan perkotaan sekaligus meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat global. “Jakarta memiliki tantangan sekaligus potensi yang sangat besar. Karena itu, kami ingin menjadikan Jakarta sebagai tempat lahirnya riset dan inovasi yang mampu menjawab persoalan perkotaan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Pramono.

Gubernur menilai keberagaman masyarakat, dinamika ekonomi, serta kompleksitas persoalan perkotaan menjadikan Jakarta sebagai living laboratory yang ideal bagi pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi. Maka, investasi dalam bidang pendidikan dan riset merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global.

Diskusi kelompok itu diadakan sebagai tindak lanjut pembahasan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jakarta, Georgetown University, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengenai penguatan ekosistem pendidikan tinggi dan riset di Jakarta. Sebelumnya, AT Kearney bersama Georgetown University juga berdiskusi dengan Danantara untuk merumuskan skema insentif yang dapat meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai lokasi pendirian perguruan tinggi bertaraf internasional.

Melalui forum tersebut, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan mengenai model kelembagaan, tata kelola, kemitraan internasional, dukungan regulasi, serta roadmap implementasi Jakarta Education and Innovation Center. Seluruh hasil diskusi tersebut akan ditindaklanjuti oleh Bappeda Jakarta sebagai salah satu acuan dalam penyusunan kebijakan dan rencana implementasi program.

FGD tersebut dihadiri oleh perwakilan berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional. Mereka adalah dari Massachusetts Institute of Technology, Stanford University, Georgetown University, Seoul National University, Nanyang Technological University, Peking University, Brown University, dan The London School of Economics and Political Science. Ada juga Monash University Indonesia, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Negeri Jakarta.

Selain itu, ada pula perwakilan World Bank, Asian Development Bank, AT Kearney, serta sejumlah kementerian yang memberikan masukan strategis bagi pengembangan Jakarta Education and Innovation Center.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.