Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konflik AS dan Iran Terkait Selat Hormuz Diprediksi Berlangsung Berbulan-bulan

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 01:55 WIB | Oleh:
Konflik AS dan Iran Terkait Selat Hormuz Diprediksi Berlangsung Berbulan-bulan Doc: ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency
Ket. Kapal-kapal komersial dan tanker minyak yang bersiap melintasi Selat Hormuz.

WASHINGTON - Konflik antara Amerika Serikat dan Iran dapat berlanjut sampai berbulan-bulan karena kedua pihak terus berselisih soal Selat Hormuz dan pencapaian kesepakatan gencatan senjata jangka panjang, ungkap laporan Bloomberg, Rabu, mengutip pejabat AS, Iran, dan Eropa.

Menurut laporan tersebut, pola yang terlihat dalam beberapa minggu terakhir - bentrokan terbatas yang disusul jeda pertempuran dan permusuhan yang kembali terjadi - kemungkinan akan berlanjut.

Skenario yang paling mungkin adalah permusuhan terus berlanjut meski tidak signifikan sedangkan negara-negara Teluk dan negara-negara seperti Pakistan berupaya meredakan ketegangan, karena mereka tidak menginginkan kembalinya konflik besar-besaran, kata media tersebut.

Laporan Bloomberg tersebut menambahkan bahwa Teheran dan Washington tetap melakukan perundingan, dan negosiasi berjalan dengan baik, dan kemungkinan besar akhirnya mencapai kesepakatan diplomatik.

Iran menyadari bahwa kemampuan Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan serangan militer dibatasi oleh turunnya cadangan minyak global, dan berkurangnya pasokan senjata AS.

Namun, menurut beberapa sumber, pemimpin AS itu kemungkinan tidak akan mundur sampai Iran memberikan konsesi terkait jalur perairan tersebut.

Pada malam sebelum 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani memorandum untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari.

Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS telah melakukan seragkaian rangkaian serangan terhadap Iran.

Komando Pusat AS mengklaim serangan tersebut sebagai balasan atas tindakan Iran ke kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Pasukan Iran kemudian membalasnya dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.

Pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga berakhirnya campur tangan AS di kawasan tersebut, menyusul gelombang serangan udara lainnya antara pihak-pihak yang bertikai.

Keesokan harinya, Trump mengatakan AS akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz. Ia juga memberlakukan kembali blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pegadaian Peduli, 480 Anak Ikuti Lomba Mewarnai di Jakarta Barat
    Layanan WhatsApp BCA KCU pasar baru ??:+62821-3111-184 jl.sudirman.no.8.baru.kecamatan ...
    Layanan WhatsApp BCA KCU pasar baru ??:+62821-3111-184 jl.sudirman.no.8.baru.kecamatan ...
  • Emil Dardak Minta Kader Demokrat Jatim Dahulukan Hajat Hidup Rakyat dari pada Pikirkan Pileg
    Layanan Pelanggan TransNusa akan beroperasi setiap hari dari ...
    Layanan Pelanggan TransNusa akan beroperasi setiap hari dari ...
  • Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!
    Hubungi layanan08216363491 Customer Service Di WhatsApp CS BATIK ...
    Hubungi layanan0821?6363?491 Customer Service Di WhatsApp CS BATIK ...
  • Kaltim Genjot SDM Digital! Festival Literasi Resmi Dibuka, Ini Tujuannya
    UNTUK CARA Reschedule Tiket Agoda indonesia +6821-6363-481 Jelaskan Alasan Anda ...
    UNTUK CARA Reschedule Tiket Agoda indonesia +6821-6363-481 Jelaskan Alasan Anda ...
  • Soal Kuota Internet, Menkomdigi Terbitkan SE Wajibkan Operator Seluler Patuhi Putusan MK
    Saluran resmi AirAsia, Anda dapat menghubungi Call Center ...
Advertisement
Wisata Pantai di Gunung Kidul Makin Gampang, Kelok 23 Jadi Senjata Baru Lawan Kemacetan

Wisata Pantai di Gunung Kidul Makin Gampang, Kelok 23 Jadi Senjata Baru Lawan Kemacetan

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.