Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada Gelombang Tinggi Selat Bali! ASDP Buka-Bukaan Soal Penundaan Kapal dan Nasib Tiket

30 Kamis, 30 Jul 2026, 02:25 WIB | Oleh:
Waspada Gelombang Tinggi Selat Bali! ASDP Buka-Bukaan Soal Penundaan Kapal dan Nasib Tiket Waspada Gelombang Tinggi Selat Bali! ASDP Buka-Bukaan Soal Penundaan Kapal dan Nasib Tiket Doc: ANTARA/HO-ASDP
Ket. Sejumlah kendaraan mengantre masuk ke dalam kapal penyeberangan fery milik PT ASDP.

JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem di Selat Bali melalui pengawasan operasional dan penerapan prosedur keselamatan demi menjamin keamanan penyeberangan bagi seluruh pengguna jasa.

"Keselamatan selalu menjadi prioritas dalam setiap layanan penyeberangan," kata General Manager ASDP Ketapang Arief Eko Kurniansjah dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Menyikapi angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan Selat Bali dalam beberapa waktu terakhir, ASDP menerapkan langkah antisipatif dengan menyesuaikan operasional penyeberangan berdasarkan kondisi cuaca di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Satpel Pelabuhan Penyeberangan BPTD Kelas II Jawa Timur, BMKG dan Kepolisian, termasuk penundaan sementara operasional pada waktu tertentu demi menjamin keselamatan pengguna jasa dan awak kapal.

Dia menegaskan setiap keputusan operasional didasarkan pada rekomendasi cuaca maritim dari BMKG dan hasil koordinasi dengan seluruh otoritas terkait, bukan kebijakan sepihak operator.

"Penundaan operasional dilakukan semata-mata sebagai langkah mitigasi risiko ketika kondisi cuaca belum memenuhi standar keselamatan pelayaran," ujarnya.

Ia menjelaskan penyesuaian operasional bersifat dinamis mengikuti perkembangan kondisi cuaca di lapangan. Layanan penyeberangan akan kembali dibuka segera setelah kecepatan angin dan tinggi gelombang berada dalam batas aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kepastian keberangkatan.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, ASDP terus memperkuat koordinasi lintas instansi melalui pemantauan cuaca maritim secara berkala bersama BMKG agar potensi cuaca ekstrem dapat dideteksi sedini mungkin dan keputusan operasional dapat diambil secara cepat serta tepat.

Untuk mengurangi dampak terhadap distribusi logistik, ASDP juga mengaktifkan buffer zone di kawasan Bulusan sebagai lokasi penampungan sementara kendaraan yang belum dapat menyeberang.

Setelah cuaca membaik dan operasional kembali normal, ASDP akan mengoptimalkan penambahan armada guna mempercepat penguraian antrean kendaraan yang terbentuk selama masa penundaan.

Di sisi darat, koordinasi bersama Polres Banyuwangi terus dilakukan untuk mengatur arus kendaraan menuju pelabuhan agar tetap tertib, aman dan tidak menimbulkan kepadatan yang berlebihan.

"Kami menyiapkan berbagai langkah antisipatif secara terpadu, mulai dari pemantauan cuaca, penyediaan buffer zone, kesiapan armada, hingga pengaturan lalu lintas bersama kepolisian. Upaya ini kami lakukan agar dampak penyesuaian operasional dapat diminimalkan sekaligus menjaga kelancaran layanan," jelas Arief.

ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa untuk memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan menuju pelabuhan.

Pengguna jasa, khususnya kendaraan logistik maupun masyarakat yang memiliki agenda penting, diharapkan dapat menyesuaikan waktu keberangkatan serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama.

ASDP juga memahami penundaan operasional dapat menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya bagi pengguna jasa dan pelaku usaha logistik. Karena itu, dalam kondisi force majeure akibat cuaca ekstrem, tiket yang telah dibeli tetap berlaku dan dapat digunakan kembali setelah operasional penyeberangan dibuka.

"Kami memohon pengertian seluruh masyarakat. Kebijakan ini semata-mata untuk melindungi keselamatan jiwa. Kami juga memastikan hak pengguna jasa tetap terlindungi karena tiket yang telah dibeli tetap dapat digunakan ketika layanan kembali beroperasi normal," ujar Arief.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Rakornas penanganan karhutla bersama BPGMN

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Rakornas penanganan karhutl...
Ekonomi
Di Kuartal III, GoTo Kembal...

Aksi Kamisan ke-931 di Jakarta

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Aksi Kamisan ke-931 di Jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KPK Ungkap Negara Rugi Triliunan Rupiah akibat Kasus Cukai PT Djarum

KPK Ungkap Negara Rugi Triliunan Rupiah akibat Kasus Cukai PT Djarum

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.