Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebun Kopi Aceh Tengah Bangkit! Pemerintah Tancap Gas Rehabilitasi Ribuan Hektare Lahan Terdampak Bencana

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 18:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebun Kopi Aceh Tengah Bangkit! Pemerintah Tancap Gas Rehabilitasi Ribuan Hektare Lahan Terdampak Bencana Doc: ANTARA/HO-Dinas Perkebunan Aceh Tengah
Ket. Kepala Dinas Perkebunan Aceh Tengah Sabrin meninjau lahan kopi terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.

BANDA ACEH – Rehabilitasi lahan kopi yang terdampak bencana merupakan langkah penting untuk memulihkan produktivitas perkebunan sekaligus menjaga keberlanjutan mata pencaharian petani.

Selain memperbaiki kondisi lahan dan tanaman, program ini perlu diiringi dengan penggunaan bibit unggul yang lebih adaptif, penerapan praktik budidaya yang tahan terhadap perubahan iklim, serta dukungan pembiayaan dan pendampingan teknis.

Dengan pendekatan tersebut, rehabilitasi tidak hanya mengembalikan produksi kopi, tetapi juga meningkatkan ketahanan sektor perkebunan terhadap risiko bencana di masa mendatang.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian merehabilitasi seluas 8.486 hektare lahan kopi arabika dari total 12.637 lahan kopi terdampak bencana banjir dan tanah longsor akhir November 2025 di Kabupaten Aceh Tengah.

Kepala Dinas Perkebunan Aceh Tengah Sabrin saat dihubungi dari Banda Aceh, Rabu (29/7), mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengajukan perbaikan lahan kopi milik masyarakat terdampak bencana seluas 12.637 hektare kepada pemerintah pusat.

Ia menyebutkan, dari 12 ribuan yang diajukan untuk perbaikan, yang disetujui perbaikan melalui APBN Perubahan seluas 8.486 hektare yang tersebar di kecamatan sentra penghasil kopi arabika itu.

“Alhamdulillah, ada delapan ribuan hektare yang disetujui untuk direhabilitasi oleh pemerintah pusat, akan segera dikerjakan. Rehabilitasi lahan kopi terdampak bencana ini tentu sangat membantu untuk pemulihan ekonomi para petani terdampak bencana,” katanya.

Sekretaris Dinas Perkebunan Aceh Tengah, Halwi menambahkan sisa lahan yang belum disetujui untuk direhabilitasi tahun 2026 itu, diharapkan dapat tertangani pada tahun anggaran berikutnya agar para petani dapat bangkit kembali pascabencana melanda daerah berhawa dingin itu.

“Kita sangat berharap sisa lahan yang belum tertampung di 2026 bisa ditangani melalui program tahun berikutnya. kami juga telah melaporkan data tersebut ke Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh,” katanya.

Pihaknya optimistis dengan rehabilitasi lahan kopi terdampak bencana tersebut akan kembali menggenjot produksi kopi arabika asal Dataran Tinggi Gayo dalam memenuhi permintaan pasar dari dalam dan luar negeri.

Adapun total luas lahan kopi di Kabupaten Aceh Tengah seluas 52.074 Ha dengan produksi mencapai 29.019,20 ton per tahun.

Sebelumnya, peneliti Pusat Riset Kopi dan Kakao Universitas Syiah Kuala (USK) Abu Bakar mengatakan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor mempercepat tekanan terhadap sektor kopi

Sebelumnya sektor tersebut sudah terdampak perubahan iklim, sehingga berpotensi menurunkan produktivitas kopi Gayo di dataran tinggi Aceh.

“Kerusakan lahan akibat longsor bisa menghilangkan lapisan tanah atas yang penting bagi tanaman kopi. Ini berdampak langsung pada produktivitas,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

42 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.