Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IOM Peringatkan Perdagangan Manusia Lewat Penipuan “Online”

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
IOM Peringatkan Perdagangan Manusia Lewat Penipuan “Online” Doc: istimewa
Ket. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memperingatkan bahwa ratusan ribu orang di Afrika telah menjadi korban perdagangan manusia.

Nairobi – Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memperingatkan bahwa ratusan ribu orang di Afrika telah menjadi korban perdagangan manusia oleh jaringan kriminal dan dipaksa bekerja dalam operasi penipuan daring (online scam) yang menghasilkan miliaran dollar AS setiap tahun.

Dalam pernyataannya di Nairobi, Kenya, Selasa (29/7), IOM menyebut jaringan perdagangan manusia kini semakin menargetkan para pencari kerja di Afrika Timur, Tanduk Afrika, dan Afrika bagian selatan dengan modus menawarkan pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri. Setelah direkrut, para korban justru dipaksa terlibat dalam aktivitas penipuan daring dan berbagai kegiatan ilegal lainnya.

Peringatan tersebut disampaikan menjelang Hari Anti Perdagangan Manusia Sedunia yang diperingati setiap 30 Juli dengan tema "Trapped Behind the Scam" atau "Terjebak di Balik Penipuan".

Dikutip dari Antara, Direktur Regional IOM untuk Afrika Timur, Tanduk Afrika, dan Afrika Bagian Selatan, Frantz Celestin, mengatakan semakin banyak warga Afrika Timur yang ditemukan menjadi korban di kompleks penipuan daring yang beroperasi di Asia. Fenomena itu menunjukkan bahwa perdagangan manusia untuk kejahatan siber bukan lagi ancaman yang jauh, melainkan telah menyasar masyarakat di kawasan tersebut.

"Teridentifikasinya warga Afrika Timur di antara para korban yang diselamatkan dari kompleks penipuan menunjukkan bahwa perdagangan manusia untuk kejahatan paksa tidak lagi menjadi ancaman yang jauh. Jaringan kriminal secara aktif menargetkan para pencari kerja di kawasan kami dengan janji palsu mengenai pekerjaan di luar negeri," kata Celestin.

Menurut IOM, sindikat kriminal memanfaatkan tingginya keinginan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan di luar negeri dengan menawarkan lowongan palsu. Setelah korban tiba di negara tujuan, paspor mereka disita, kebebasan bergerak dibatasi, dan mereka dipaksa menjalankan penipuan daring di bawah ancaman kekerasan maupun penyiksaan.

Laporan IOM juga mencatat adanya warga Kenya, Ethiopia, dan sejumlah negara tetangga yang menjadi korban perdagangan manusia dan dibawa ke pusat-pusat operasi penipuan di Asia.

Selama periode 2022 hingga 2025, IOM telah membantu lebih dari 3.500 korban perdagangan manusia yang dipaksa bekerja dalam kejahatan siber di kawasan Asia Tenggara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.