Militer AS dan Arab Saudi Lancarkan Serangan Balasan ke Proksi Iran di Irak
📅 Kamis, 30 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SWASHINGTON - Pasukan Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi menyatakan mereka menyerang militan yang didukung Iran di Irak pada hari Rabu (29/7) sebagai balasan atas serangan baru-baru ini, setelah jeda singkat dalam permusuhan perang Iran.
Operasi udara gabungan tersebut dilakukan saat Presiden Donald Trump bertemu dengan Presiden Israel Benjamin Netanyahu di Washington untuk pembicaraan tatap muka pertama mereka sejak perang Timur Tengah dimulai pada akhir Februari.
Harga minyak mentah melonjak lebih dari empat persen karena peningkatan ketegangan di Timur Tengah kembali membangkitkan kekhawatiran atas pasokan global yang biasanya dikirim melalui Selat Hormuz.
Serangan balasan oleh pesawat tempur AS dan Saudi menghantam lokasi logistik dan senjata di Irak timur milik “teroris yang bersekutu dengan Iran”, kata militer AS.
Kementerian pertahanan Arab Saudi mengatakan bahwa “milisi teroris yang setia kepada Iran” terkait dengan serangan terhadap fasilitas minyak kerajaan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jeda permusuhan selama beberapa hari berakhir pada Selasa malam, ketika pasukan AS melaporkan mencegat rudal yang diluncurkan oleh Iran ke pangkalan-pangkalan Amerika di Teluk.
Kontrol penuh
Washington mengatakan penghentian pertempuran itu bertujuan untuk memulai babak negosiasi baru, termasuk mengenai Selat Hormuz.
Sebaiknya Anda baca juga:
Garda Revolusi Iran (IRGC) sendiri mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka menyerang dan menghentikan tiga kapal tanker di selat tersebut, dan menegaskan bahwa mereka memiliki “kendali penuh” atas jalur air tersebut.
Trump menjamu Netanyahu di Gedung Putih pada hari Selasa untuk pembicaraan tertutup yang digambarkan oleh pemerintah sebagai “positif dan produktif”.
Diskusi tersebut berlangsung selama sekitar satu setengah jam dan terjadi ketika Netanyahu dan Trump berupaya mendamaikan perbedaan pendapat publik tentang perang.
Netanyahu mengatakan dalam pesan video setelah pertemuan itu bahwa itu adalah salah satu percakapan terbaik yang pernah saya lakukan dengan presiden Amerika Serikat dan bahwa percakapan itu menyentuh tujuan bersama kita: memastikan bahwa Iran tidak memperoleh senjata nuklir.”
Trump hanya mengatakan bahwa keduanya mengadakan pertemuan yang sangat baik.
Israel tidak ikut serta dalam babak permusuhan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran, yang berkobar awal bulan ini setelah gencatan senjata April runtuh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!