Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPJS Ungkap 79 Persen Penderita Penyakit Kronis di Banten Belum Ikut Prolanis

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 17:58 WIB | Oleh:
BPJS Ungkap 79 Persen Penderita Penyakit Kronis di Banten Belum Ikut Prolanis Doc: RRI/Saadatuddaraen

BANTEN – Sebanyak 358.801 warga di Provinsi Banten tercatat menderita penyakit kronis berdasarkan data BPJS Kesehatan. Namun, baru sekitar 21 persen peserta yang aktif terdaftar dan rutin mengikuti Klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Deputi Direksi Wilayah IV BPJS Kesehatan, Yessi Kumalasari, mengatakan masih terdapat sekitar 79 persen peserta yang belum bergabung dalam Prolanis. Kondisi tersebut menunjukkan masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan penyakit kronis.

"Masih banyak yang belum terdaftar. Sekitar 79 persen," ujar Yessi, Senin (27/7).

Yessi menjelaskan Prolanis dirancang untuk membantu mencegah keparahan penyakit kronis, terutama diabetes melitus (DM) dan hipertensi. Saat ini, program tersebut masih difokuskan pada dua jenis penyakit tersebut.

"Saat ini klub Prolanis masih terbatas pada penyakit DM dan hipertensi," kata dia.

Melalui Prolanis, peserta mendapatkan pendampingan pengelolaan penyakit secara terstruktur dan berkelanjutan. Fasilitas yang tersedia meliputi senam sehat, konsultasi kesehatan rutin, pemeriksaan laboratorium penunjang, hingga pelayanan obat-obatan.

"Program promotif dan preventif merupakan upaya pencegahan atas keparahan penyakit sekaligus sasaran kepada individu supaya keparahan penyakit bisa dicegah. Kegiatannya adalah Prolanis," ucap Yessi.

Gubernur Banten, Andra Soni, mengajak masyarakat yang menderita penyakit kronis untuk aktif mengikuti Prolanis. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk menjaga kualitas hidup sekaligus menekan risiko komplikasi.

Andra menegaskan pembangunan kesehatan saat ini lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif dibandingkan pengobatan setelah masyarakat jatuh sakit. Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan pola hidup sehat, deteksi dini, dan pengendalian faktor risiko.

"Paradigma pembangunan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pengobatan setelah sakit, tetapi lebih mengutamakan promotif dan preventif. Menjaga masyarakat terutama penyandang penyakit kronis tetap sehat melalui pola hidup sehat, deteksi dini, serta pengendalian faktor risiko," ujar dia.

Menurut Andra, Prolanis membantu peserta memperoleh pelayanan kesehatan yang berkesinambungan. Ia juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang disediakan pemerintah bersama BPJS Kesehatan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Desa Jatiluwih Bali Garap Aktivitas Wisata Treking dan Tanam Padi untuk Dorong Ekonomi Warga

Desa Jatiluwih Bali Garap Aktivitas Wisata Treking dan Tanam Padi untuk Dorong Ekonomi Warga

28 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.