Pemprov Banten Bakal Bangun PLTB Ujung Kulon untuk Tekan Emisi
📅 Jumat, 05 Des 2025, 16:07 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
SERANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di kawasan pesisir selatan sebagai bagian dari percepatan energi baru terbarukan untuk menekan emisi gas rumah kaca.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten Ari James Faraddy menyebut proyek tersebut akan dibangun dari batas Taman Nasional Ujung Kulon sampai ke Pelabuhan Ratu dengan kapasitas sekitar 200 megawatt (MW).
“Sudah ada yang akan melakukan investasi di sana,” ujar Ari di Serang, Jumat (5/12), tanpa menyebut nama investor PLTB tersebut.
Menurut Ari, investor telah memasang instrumen monitoring untuk mengukur kecepatan dan ketinggian angin. Namun proses penelitian tidak dapat dilakukan secara instan.
“Tenaga bayu ini tidak sembarangan, tidak bisa hanya seminggu memasang alat. Harus berbulan-bulan, bahkan minimal satu tahun,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan perlunya data angin yang akurat sebelum konstruksi dimulai.
Selain itu ia menegaskan potensi energi angin di Banten cukup besar, baik di darat maupun laut. “Banyak investor yang mau masuk, ada yang mau memasang (alat) di darat, dan ada juga yang akan memasang di laut,” ujarnya.
Ari mengungkapkan seluruh rencana pengembangan energi terbarukan di Banten sudah tercantum dalam rencana umum penyediaan tenaga listrik PT PLN, termasuk panas bumi dan tenaga surya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Nanti ada investor akan membangun pembangkit tenaga surya terbesar di Indonesia, 400 MW rencananya di Lebak,” katanya.
Pembangunan PLTB disebut berperan penting dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Pihaknya akan memulai 12.000 MW dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang dihasilkan dari energi fosil yang menghasilkan emisi gas rumah kaca.
"Bagaimana kita bisa mengurangi emisi kalau kita tidak membangun sebanyak-banyaknya EBT (Energi Baru Terbarukan) di Banten?” ujar Ari.
Dua titik pengembangan PLTB akan terhubung dalam sistem kelistrikan Jawa–Madura–Bali (Jamali) untuk memperkuat keandalan pasokan listrik regional. “Kita tinggalnya di Jamali. Makanya jangan sampai down satu di sini, mati semua,” katanya.
Mengenai target penyelesaian proyek, Ari belum dapat memastikan jadwal karena masih menunggu rampungnya studi kelayakan (FS) dan desain detil (DED). “Kita berharap sebelum tahun 2024, sesuai dengan rencana umum penyelesaian penelitian FS-nya. Tapi mudah-mudahan sudah,” ujarnya.
Ia menambahkan dua perusahaan telah menyatakan komitmen untuk berinvestasi, namun tetap menunggu finalisasi kajian angin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!