Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Karawang Siapkan PSEL Atasi Over Kapasitas TPA Jalupang

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Karawang Siapkan PSEL Atasi Over Kapasitas TPA Jalupang Doc: Antara
Ket. Pengolahan sampah.

KARAWANG - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyiapkan pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) guna mengatasi kondisi over kapasitas tempat pembuangan akhir Jalupang.

"Kalau berdasarkan kajian, Jalupang itu sudah over kapasitas," kata Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Karawang, Willyanto Salmon, di Karawang, Minggu.

Ia menyampaikan, kapasitas ideal TPA Jalupang itu sekitar 800 ribu meter kubik, sementara volume sampah yang ada sekarang sudah mencapai sekitar 1,2 juta meter kubik.

Karena itu, saat ini Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Lingkungan Hidup tengah menyiapkan pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di sekitar area TPA itu.

Pembangunan pengolahan sampah tersebut akan bergulir menyusul adanya kerja sama Pemkab Karawang dengan Kemendagri dan perusahaan asal Tiongkok.

Ia mengatakan, melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik, tumpukan sampah lama di Jalupang akan dimanfaatkan bersama sampah baru sehingga diharapkan dapat mengurangi beban TPA secara bertahap.

Menurut dia lagi, pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik di TPA Jalupang sudah menjadi kebutuhan mendesak karena kondisi TPA yang ada saat ini telah melebihi kapasitas tampung.

TPA Jalupang memiliki luas eksisting sekitar 9,8 hektare kini ditambah lahan baru seluas 4,9 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1,3 hektare akan dimanfaatkan untuk pembangunan instalasi pengolahan tinja, dan sekitar 6 hektare disiapkan untuk pengembangan kawasan pengolahan energi listrik yang terdiri atas sekitar 4 hektare untuk bangunan utama dan 2 hektare untuk area landfill.

Willy menyebutkan, hasil akhir proses pengolahan sampah di area pengolahan sampah menjadi energi listrik tidak seluruhnya menjadi energi. Masih terdapat residu berupa abu pembakaran serta material yang tidak dapat diolah, seperti batu dan besi.

"Jadi nanti yang tersisa hanya abu hasil pengolahan dan residu seperti batu maupun besi yang memang tidak bisa diproses menjadi bahan bakar," kata dia.

Selain mematangkan lahan, Pemkab Karawang juga menyiapkan penambahan armada untuk mendukung kebutuhan sampah yang akan diolah menjadi energi listrik. Sebab kebutuhan sampah untuk pengolahan energi listrik mencapai 600 ton per hari.

Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup Karawang baru memiliki sekitar 70 armada pengangkut sampah, terdiri atas 48 armada milik pemerintah dan sisanya armada sewaan. Sementara untuk memenuhi kebutuhan sampah untuk diolah menjadi energi listrik diperkirakan dibutuhkan sekitar 200 hingga 300 armada.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Tari Jaipong Harus Dilestar...

Persebaya Tak Remehkan PSS Sleman

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persebaya Tak Remehkan PSS ...
Advertisement
Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.