Indonesia dan Afsel Bekerja Sama Lestarikan Warisan Sheikh Yusuf Al-Makassari
📅 Minggu, 09 Agu 2026, 07:43 WIB | Oleh: SriyonoMADHYA PRADESH - Pemerintah Indonesia dan Afrika Selatan (Afsel) sepakat untuk bekerja sama membangun sektor kebudayaan melalui pelestarian warisan Sheikh Yusuf Al-Makassari dan penguatan hubungan antar-masyarakat.
Hal itu disampaikan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon saat bertemu dengan Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan Gayton McKenzie, di sela-sela XI BRICS Culture Ministers’ Meeting di Bhopal, Madhya Pradesh, India, pada Jumat (7/8).
“Indonesia sangat menghargai persahabatan yang erat dengan Afrika Selatan. Kita adalah dua negara yang memiliki komitmen terhadap keadilan dan keberagaman, serta meyakini bahwa kebudayaan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat kedua negara,” kata Menvbud Fadli Zon dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (8/8).
Menbud menyampaikan hubungan Indonesia dan Afrika Selatan tidak hanya dibangun melalui hubungan diplomatik, tetapi juga melalui sejarah bersama yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Warisan Sheikh Yusuf Al-Makassari dinilainya menjadi simbol hubungan historis kedua negara. Peringatan 400 tahun kelahiran Sheikh Yusuf pada 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi melalui pelestarian warisan budaya, riset akademik, museum, pendidikan, serta pertukaran budaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Peringatan 400 tahun kelahiran Sheikh Yusuf merupakan momentum penting untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Afrika Selatan. Kita dapat mengembangkannya melalui program peringatan bersama, riset akademik, pelestarian warisan budaya, kolaborasi museum, serta pertukaran pendidikan,” ujarnya.
Indonesia mengapresiasi komunitas Cape Malay yang memiliki akar sejarah dari Nusantara. Hubungan budaya tersebut dapat diperkuat melalui pertukaran budaya, dokumentasi sejarah lisan, pelindungan warisan budaya takbenda, program kepemudaan, dan kerja sama akademik.
Selain itu Indonesia tengah mempersiapkan pendirian Sheikh Yusuf Indonesian Cultural House di Cape Town sebagai pusat diplomasi budaya, pendidikan, riset, serta kegiatan seni.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami melihat Sheikh Yusuf Indonesian Cultural House bukan sekadar sebuah bangunan kebudayaan. Ini dapat menjadi pusat diplomasi budaya, ruang pendidikan dan riset, tempat berkumpul masyarakat, sekaligus simbol persahabatan Indonesia dan Afrika Selatan yang akan bertahan untuk generasi mendatang,” tambahnya.
Menteri Gayton McKenzie menyatakan dukungannya terhadap peringatan 400 tahun Sheikh Yusuf serta komitmennya memperkuat hubungan Indonesia - Afrika Selatan melalui pertukaran komunitas Cape Malay, seniman, dan pelaku budaya.
Ia juga menyambut baik inisiatif Sheikh Yusuf Indonesian Cultural House di Cape Town.
Kedua negara juga mendorong pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Kebudayaan tahun 2008 agar sesuai dengan perkembangan dan prioritas saat ini, termasuk di bidang warisan budaya, museum, arsip, industri kreatif, perfilman, pendidikan kebudayaan, pertukaran seniman, dan pemuda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!