Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Banten Kaji Solusi Kuota SPMB Jalur Afirmasi Tak Terisi Imbas Data Desil

📅 Sabtu, 04 Jul 2026, 14:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Banten Kaji Solusi Kuota SPMB Jalur Afirmasi Tak Terisi Imbas Data Desil Doc: ANTARA
Ket. Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Deden Apriandhi, di Serang, Banten.

SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah mencari jalan keluar terkait tidak terisinya kuota Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur afirmasi, yang disebabkan oleh terkendalanya data status desil calon siswa pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi, di Serang, Sabtu (04/7), mengatakan persoalan tersebut mencuat pada tahap verifikasi administrasi. Sejumlah pendaftar jalur afirmasi dinyatakan tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki kategori desil.

"Di pendaftaran afirmasi itu terdapat siswa yang ketika dicek desilnya, mereka tidak ada kategori, jadi tidak termasuk desil dikolomnya. Nah, ini yang sudah kami coba konsultasikan dengan dinas sosial, baik dinas sosial kabupaten/kota maupun provinsi," kata Deden.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah tidak dapat serta-merta menerima siswa yang tidak memiliki data desil tersebut. Hal ini disebabkan pemerintah harus memiliki dasar yang valid untuk memastikan tingkat kesejahteraan keluarga calon siswa yang bersangkutan.

"Kalau kita terima juga, kita kan tidak tahu nanti kenyataannya mereka masuk desil berapa. Nanti salah lagi. Kalau mau dicek berdasarkan kondisi riil keluarganya, waktunya juga tidak cukup," ujarnya.

Deden memperkirakan jumlah siswa yang terdampak masalah ini cukup banyak. Berdasarkan laporan sementara, hampir 50 siswa di wilayah Tangerang Raya gagal diterima melalui jalur afirmasi, belum termasuk data dari daerah lain di Banten.

"Kemarin saya dapat laporan dari Tangerang saja hampir 50-an di Tangerang Raya. Artinya itu menyebar, belum Serang, Pandeglang dan Lebak," katanya.

Hingga saat ini, Pemprov Banten masih membahas opsi penyelesaian masalah kekosongan kuota afirmasi tersebut bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Sosial. Deden membuka kemungkinan para siswa yang terkendala administrasi tetap bisa diterima apabila verifikasi lapangan membuktikan mereka berhak.

"Nanti mungkin Dinsos akan coba memberikan kriteria, kira-kira setelah dilakukan tinjauan dari rumah ke rumah (door to door) yang bersangkutan itu masuk ke kategori mana. Mudah-mudahan bisa, karena waktunya juga sudah mepet," kata dia.

Deden menegaskan persoalan data desil ini akan menjadi catatan penting bagi Pemprov Banten untuk memperbaiki sistem penerimaan siswa baru ke depannya.

"Tahun depan jadi evaluasi, berarti afirmasi mungkin harus dilakukan di awal," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bermula dari apk ijo asing yang masuk jadi ...
    Tolong pak presiden jgn cuma bacot MBG truss ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

3 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG Catat 235 Gempa Susula...
Nasional
Terus Bertambah! Gempa Dahs...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

15 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.