Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenbud: Lamin Mancong sebagai Monumen Harmonisasi dan Akulturasi Budaya di Kaltim

5 Minggu, 09 Agu 2026, 12:55 WIB | Oleh:
Kemenbud: Lamin Mancong sebagai Monumen Harmonisasi dan Akulturasi Budaya di Kaltim Kemenbud: Lamin Mancong sebagai Monumen Harmonisasi dan Akulturasi Budaya di Kaltim Doc: antara foto
Ket. Lamin Mancong di Kaltim

SAMARINDA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) terus memperkuat upaya perlindungan Lamin Mancong di Kabupaten Kutai Barat sebagai monumen saksi bisu harmonisasi dan akulturasi budaya di Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala BPK Kalimantan Timur, Lestari di Samarinda, Minggu (9/8), menjelaskan berkat nilai sejarah dan kekayaan kulturalnya yang tinggi, Lamin Mancong telah resmi ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya Nasional pada tahun 2024.

"Bangunan rumah panjang berlantai dua yang berdiri kokoh sejak tahun 1920 di Desa Mancong tersebut menyuguhkan keunikan arsitektur hasil perpaduan antara keindahan tradisi Suku Dayak dengan pengaruh kuat dari budaya Melayu Kutai," katanya.

Demi memastikan eksistensi warisan leluhur ini terus hidup dan terjaga kelestariannya, BPK Wilayah XIV menempatkan juru pelihara yang berdedikasi secara khusus di lokasi cagar budaya tersebut, yakni Basri dan Dar Mawan.

Kehadiran juru pelihara di lapangan tidak hanya bertugas merawat fisik bangunan secara rutin, melainkan juga proaktif memberikan pendampingan dan layanan informasi bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

Para juru pelihara tersebut senantiasa bersiaga untuk memberikan edukasi seputar sejarah, menguraikan nilai penting cagar budaya, hingga membantu pengunjung dalam pengambilan foto dokumentasi selama berada di lokasi.

Selain memusatkan perhatian pada Lamin Mancong, komitmen pelestarian Kemenbud juga mencakup upaya merawat rumah panjang tradisional lainnya di Kutai Barat yang merepresentasikan nilai kebersamaan, gotong royong, dan hidup komunal masyarakat lokal.

Sebagai bentuk nyata, BPK Kaltim turut menyiagakan Ibu Jaemah sebagai juru pelihara di Lamin Tolan, Desa Lambing, serta Bapak Dominikus untuk merawat Lamin Pepas Eheng di Kecamatan Barong Tongkok yang merupakan jantung tradisi Suku Dayak Benuaq.

"Melalui langkah penempatan juru pelihara ini, kami berharap cagar budaya tersebut tidak hanya dirawat sebagai benda mati peninggalan masa lalu, melainkan terus hidup sebagai ruang edukasi warisan peradaban yang bermanfaat bagi generasi mendatang," tutur Lestari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.