Kelompok Houthi Beri Peringatan Turki setelah Bergabung Pakta Pertahanan Baru dengan Arab Saudi
📅 Minggu, 09 Agu 2026, 12:19 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSANAA - Seorang tokoh senior Houthi mengeluarkan peringatan kepada Turki pada hari Sabtu (8/8), beberapa hari setelah Ankara menandatangani pakta pertahanan bersama yang baru dengan Arab Saudi dan Pakistan.
Dari Fox News, Hizam al-Asad, anggota kelompok yang didukung Iran, menyampaikan pesan tersebut kepada Ankara dalam sebuah unggahan di X sambil menyinggung konflik yang telah berlangsung selama satu dekade antara Houthi dan Arab Saudi.
Al-Asad menggambarkan keterlibatan Arab Saudi di Yaman sebagai "agresi dan pengepungan" dan menyarankan Turki untuk mempertimbangkan sejarah antara Riyadh dan Houthi sebelum terlibat lebih jauh.
Dia menambahkan bahwa negara-negara yang ingin berpihak pada Arab Saudi dipersilakan untuk "mencoba," dengan merujuk pada perairan yang memisahkan Yaman dari kerajaan tersebut.
Peringatan ini disampaikan satu hari setelah Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani perjanjian pertahanan bersama di Mekah yang menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketegangan pertempuran meningkat
Pasukan pemerintah Yaman menyerang posisi yang dikuasai oleh Houthi yang didukung Iran setelah serangkaian serangan pemberontak di Yaman tengah dan timur, meningkatkan kekhawatiran akan kembali terjadinya pertempuran antara kedua musuh bebuyutan tersebut.
Kolonel Majed al-Nazili, juru bicara militer Yaman, mengatakan serangan itu menargetkan "lokasi dan kemampuan" Houthi di beberapa garis depan. Dia tidak memberikan detail tambahan tentang operasi tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aksi militer tersebut dilakukan sebagai tanggapan terhadap serangan-serangan Houthi baru-baru ini terhadap pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Eskalasi terbaru ini mengancam ketenangan relatif yang telah terjalin antara Houthi dan pemerintah Yaman sejak gencatan senjata tahun 2022 yang secara signifikan mengurangi pertempuran dalam perang saudara di negara tersebut.
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional didukung oleh koalisi yang didukung Arab Saudi, sementara Houthi menerima dukungan dari Iran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!