Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kredit Tumbuh Subur, Tapi Apakah Sektor Riik Ikut Membaik?

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 16:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kredit Tumbuh Subur, Tapi Apakah Sektor Riik Ikut Membaik? Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Teller bank memperlihatkan uang kertas rupiah.

JAKARTA – Kredit perbankan sangat penting dalam perekonomian karena berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembiayaan berbagai sektor, termasuk usaha kecil dan menengah.

Kredit memungkinkan masyarakat dan pelaku usaha untuk mengakses dana yang dibutuhkan untuk berbagai keperluan, seperti investasi, modal kerja, atau konsumsi, yang pada akhirnya mendorong aktivitas ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja intermediasi perbankan stabil dengan profil risiko yang tetap terjaga dengan pertumbuhan kredit per posisi Mei 2025 sebesar 8,43 persen year on year (yoy) menjadi Rp7.997,63 triliun.

“Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi sebesar 13,74 persen, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 8,82 persen. Sedangkan kredit modal kerja tumbuh sebesar 4,94 persen year on year,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RKDB) Juni 2025 di Jakarta, Selasa (8/7).

Lebih lanjut, apabila ditinjau dari kepemilikan, Dian menyebutkan bahwa kantor cabang bank yang berkedudukan di luar negeri tumbuh paling tinggi yaitu sebesar 11,61 persen yoy.

Dari kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 11,92 persen yoy. Sementara kredit UMKM tumbuh sebesar 2,17 persen yoy, di tengah upaya perbankan yang berfokus pada upaya-upaya pemulihan kualitas kredit UMKM.

Dari sisi penghimpunan dana masyarakat, dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh sebesar 4,29 persen yoy menjadi sebesar Rp9.072 triliun. Giro, tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh sebesar 5,57 persen yoy, 5,39 persen yoy, dan 2,31 persen yoy.

Sementara itu, likuiditas industri perbankan pada Mei 2025 tetap memadai dengan rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 110,33 persen dan 24,98 persen, masih di atas threshold masing-masing 50 persen dan 10 persen. Adapun liquidity coverage ratio (LCR) berada di level 192,41 persen.

Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,29 persen dan NPL net sebesar 0,85 persen.

Loan at risk (LAR) juga relatif stabil tercatat di angka 9,93 persen. Meskipun sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, namun rasio LAR tercatat stabil dan masih di level sebelum pandemi COVID-19.

Ketahanan perbankan juga tetap kuat tercermin dari permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) yang berada di level tinggi sebesar 25,51 persen.

Hal itu menjadi bantalan mitigasi risiko yang sangat kuat di tengah kondisi ketidakpastian global.

Terkait perkembangan buy now pay later (BNPL), porsi BNPL perbankan tercatat 0,27 persen dari total kredit, namun terus mencatatkan pertumbuhan yang tinggi secara tahunan.

Pada Mei 2025, baki debet kredit BNPL sebagaimana yang dilaporkan dalam SLIK tumbuh sebesar 25,41 persen yoy menjadi Rp21,89 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 24,79 juta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Luar Negeri
Inggris Tetap Teguh Usai Ar...
Daerah
Pemanfaatan jembatan apung ...
Luar Negeri
Rusia Tuduh NATO Ingin Jadi...
Advertisement
BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.